economic warfareMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengecam langkah pemberian sanksi terbaru AS dan Uni Eropa kepada Rusia sebagai tindakan permusuhan, dan mengancam akan melakukan tindakan balasan. Demikian pernyataan Kemenlu Rusia, Jumat (12/9), sebagaimana dilaporkan RIA Novosti.

“Kami memandang sanksi-sanksi baru anti-Rusia oleh Washington sebagai langkah permusuhan lain sejalan dengan langkah konfrontasi yang dilakukan oleh pemerintah AS,” kata Kemenlu Rusia dalam pernyataannya.

“Tidak bisa diragukan bahwa balasan kami akan dilakukan secepatnya, meski seperti sering kami katakan, itu adalah tindakan yang terpaksa,” tambah pernyataan itu.

AS dan Uni Eropa, pada hari Jumat, menetapkan sanksi-sanksi ekonomi tambahan kepada Rusia karena tuduhan keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina. Departemen Perdagangan AS menyebutkan beberapa perusahaan Rusia yang terkena sanksi tersebut, menambah beberapa perusahaan dan entitas lain yang telah dikenakan sanksi mencakup berbagai sektor seperti keuangan, energi dan persenjataan.

Bank terbesar Rusia, Sberbank, menjadi perusahaan Rusia yang terkena sanksi terbaru itu.

Pada hari yang sama Uni Eropa mengumumkan sanksi terhadap 3 perusahaan migas Rusia, Rosneft, Transneft, dan Gazprom Neft serta tiga perusahaan pembuat senjata Oboronprom, United Aircraft Corporation dan Uralvagonzavod. Perusahaan-perusahaan itu dilarang melakukan kegiatan di pasar uang Uni Eropa.

Beberapa entitas dan 24 individu warga Rusia juga menjadi sasaran sanksi terbaru itu.

Sebagai tanggapannya, Rusia mengingatkan langkah-langkah balasan yang meliputi sektor-sektor machine-building, petrokimia dan otomotif hingga impor produk tekstil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL