lavrovMoskow, LiputanIslam.com — Rusia berang dengan rencana penyitaan asset-assetnya di sejumlah negara barat. Demikian Menlu Rusia Sergi Lavrov mengancam seperti dilaporkan Russia Today, Jumat (19/6).

“Respon kami adalah melakukan hal yang sama. Ini tidak bisa dihindarkan. Inilah satu-satunya cara dalam sebuah hubungan internasional,” kata Lavrov dalam wawancara dengan RBK-TV.

Lavrov mengomentari rencana otoritas Belgia dan Perancis yang akan menyita sejumlah aset Rusia di negara-negara tersebut, terkait dengan keputusan Pengadilan Internasional yang mengabulkan tuntutan ganti rugi pemilik perusahaan migas Yukos yang dibekukan Rusia karena dianggap melanggar kedaulatan negara Rusia.

Rusia sendiri menolak keputusan tersebut.

Menurut Lavrov prioritas utama Rusia saat ini adalah membatalkan pemblokiran rekening diplomatik Rusia di Belgia yang disebutnya sebagai tindakan yang melanggar Konvensi Wina.

Dalam konvensi tersebut diatur tentang kekebalan diplomatik, termasuk asset-asset dan rekening.

“Pemblokiran rekening diplomat sangat bertentangan dengan Konvensi Wina yang menjamin kekebalan aset-aset diplomat, real estate dan hal-hal yang terkait. Para pejabat Kemenlu Belgia, kami yakin tidak menyadari hal ini,” kata Lavrov.

“Kami tidak bisa menerima penjelasan mereka,” tambahnya.

Isyu penyitaan aset-aset Rusia ini merebak dalam pertemuan bisnis internasional di St. Peterburg baru-baru ini, ‘2015 St Petersburg Economic Forum’.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL