pangkalan mata-mataHavana, LiputanIslam.com — Rusia akan mengaktifkan lagi fasilitas fata-fata di Kuba yang pernah digunakan untuk memata-matai AS selama era Perang Dingin.

Sebagaimana dilaporkan BBC, Kamis (17/7), Rusia telah mendapat persetujuan Kuba untuk mengaktifkan kembali pangkalan mata-mata Lourdes di dekat ibukota Havana yang hanya berjarak 250 km dari pentai Florida, AS.

Persetujuan itu diberikan dalam kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin minggu lalu, demikian laporan media Rusia Kommersant sebagaimana dikutip BBC.

Pangkalan tersebut ditutup tahun 2001 karena alasan biaya.

Seorang pejabat keamanan Rusia yang tidak disebutkan identitasnya membenarkan laporan “Kommersant” dengan menyebutkan, “kerangka kesepakatan telah disetujui”.

Di tengah ketegangan hubungan Rusia-AS yang memanas terkait konflik Ukraina, pembukaan pangkalan
Lourdes diperkirakan akan semakin memanaskan hubungan kedua negara.

Dalam kunjungan ke Kuba minggu lalu (11/7), Putin setuju untuk menghapuskan 90% hutan Kuba kepada Rusia yang mencapai $ 32 miliar yang tercipta selama era Uni Sovyet.

Pangkalan mata-mata Lourdes mulai beroperasi tahun 1967 dengan fungsi menhyediakan data-data inteligen bagi Rusia. Pangkalan ini juga melayani komunikasi rahasia bagi kapal-kapal angkatan laut Rusia yang berada di Samudra Atlantik.

Pada masa Uni Sovyet terdapat 3.000 awak khusus yang bekerja di pangkalan ini. Kommersant melaporkan bahwa saat ini jumlah staff yang bekerja di sana tidak akan terlalu banyak karena adanya kemajuan teknologi yang signifikan.

Ketika ditutup tahun 2001, Rusia membayar biaya sewa sebesar $200 juta per-tahun kepada Kuba.

Pada tahun 1960-an Uni Sovyet membangun pangkalan peluru kendali di Kuba hingga memicu ketegangan yang nyaris menimbulkan perang nuklir antara AS dengan Uni Sovyet.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL