s-400Mowkow, LiputanIslam.com — Rusia kemungkinan akan menawarkan sistem pertahanan udara S-400 kepada Iran sebagai pengganti S-300 pesanan Iran yang dibatalkan karena sanksi PBB.

Situs thetruthseeker.co.uk melaporkan, Jumat (20/3), Sergey Chemezov, CEO perusahaan penjual persenjataan Rusia Rostec, mengatakan kemungkinan Rusia menawarkan rudal S-400 jika Iran menolak tawaran Rusia untuk mengganti S-300 dengan rudal Antey-2500.

Chemezov mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan Antey-2500 kepada Iran dalam acara pameran persenjataan Abu Dhabi tanggal 23 Februari lalu. Dengan tawaran itu Rusia berharap Iran membatalkan tuntutan ganti rugi senilai $4 miliar atas pembatalan sepihak pembelian S-300 Iran pada tahun 2007.

Menurut Chemezov, Iran masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Jika kemudian Iran menolak, Rusia kemungkinan akan menawarkan senjatanya yang lebih canggih dari S-300, yaitu S-400.

Sementara itu perwakilan perusahaan pembuat S-400,  Aerospace Defense Concern, menolak berkomentar tentang hal itu.

Pada tahun 2007 Iran menandatangani kontrak pembelian 5 sistem persenjataan S-300 dengan perusahaan penjual senjata Rusia, Rosoboronexport, dengan nilai kontrak $ 800 juta. Iran pun telah membayar DP $167 juta. Namun Iran tidak pernah menerima senjata yang dibelinya itu setelah DK PBB pada tahun 2010 melarang penjualan tersebut.

Rosoboronexport telah mengembalikan DP yang diterimanya, namun Iran tetap membawa masalah itu ke arbitrase internasional di Jenewa dan menuntut ganti rugi $4 miliar.

Rusia telah menawarkan sitem pertahanan udara Tor-M1V namun ditolak mentah-mentah oleh Iran.

Pada bulan Juni 2013 Kommersant mengumumkan penawaran sistem pertahanan udara Antey-2500 dan dikonfirmasi oleh pemerintah Rusia satu setengah tahun kemudian.

Sebuah sumber dari Rostec mengatakan bahwa sistem pertahanan udara S-400 telah dipersiapkan sebagai proposal cadangan. Hal ini dibenarkan oleh sumber pemerintahan Iran, demikian seperti dilansir thetruthseeker.co.uk. Menurut sumber ini Menhan Rusia Sergey Shoygu telah menyinggung hal ini dalam kunjungannya ke Iran baru-baru ini.

Sebuah sumber pemerintah Rusia mengatakan bahwa Rusia sangat berkepentingan untuk menghentikan perselisihan dengan Iran dan meningkatkan kerjasama teknologi kedua negara. Itulah sebabnya, tawaran S-400 dianggap sebagai solusi paling tepat meski secara teknis Rusia lebih menyukai memberikan Iran rudal-rudal Antey-2500, mengingat saat ini Rusia tengah sibuk menyiapkan 56 senjata tersebut yang dipesan oleh berbagai negara, termasuk 4 unit sistem oleh Cina dan diharapkan selesai dibuat pada tahun 2020.

Jubir Kemenlu AS Jen Psaki, telah menyatakan bahwa AS akan menentang penjualan senjata-senjata itu ke Iran.

S-400 memiliki daya jangkau hingga 400 km dan bisa melacak 72 sasaran dan menembak 36 sasaran dalam seketika. Sistem pertahanan udara ini mampu mengatasi obyek-obyek udara yang terbang pada ketinggian 5 meter hingga 30.000 m.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*