Sergei LavrovLondon, LiputanIslam.com — Rusia akan memperlakukan Krimea lebih dari Inggris memperlakukan Falkland. Demikian pernyataan Menlu Rusia Sergei Lavrov, usai pertemuan dengan mitranya dari Amerika John Kerry, di London, Jumat (14/3), yang digelar untuk menyelesaikan krisis Ukraina.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali sikap Rusia yang akan mempertahankan Krimea seperti Inggris mempertahankan Falkland dari serangan pasukan Argentina tahun 1982 lalu. Dengan kata lain, Rusia siap perang.

“Apakah ada preseden di dunia internasional ataupun tidak, dan tentunya ada, semua orang menyadari, dan saya pun mengatakannya dengan penuh tanggungjawab, apa arti Krimea bagi Rusia, dan itu adalah nilai yang lebih berharga daripada Komoro bagi Perancis atau Falkland bagi Inggris,” kata Lavrov.

Lavrov berharap bahwa barat menyadari pendangan Rusia tersebut. “Ini adalah kasus yang tidak bisa dilihat sebagai pengingkaran terhadap sejarah,” tambah Lavrov.

“Saya percaya, jika Kosovo (wilayah yang memerdekakan diri dari Serbia) adalah kasus khusus, maka Krimea adalah kasus khusus juga,” kata Lavrov lagi.

 

Ancam Intervensi Ukraina untuk Lindungi Warga Rusia

Sebelumnya pada hari Jumat (14/3), Lavrov menyatakan dalam situs kemenlu Rusia, bahwa Rusia akan melindungi warga keturunan Rusia di Ukraina Timur dari kelompok-kelompok ekstremis.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul terjadinya aksi kekerasan terhadap warga keturunan Rusia di kota Donetz, hari Kamis (13/3), yang menewaskan seorang warga.

“Rusia menyadari tanggungjawabnya atas kehidupan saudara-saudaranya yang menjadi warganegara Ukraina dan memiliki hak untuk melindungi mereka,” kata Lavrov.

“Peristiwa tragis telah terjadi di Donetsk pada tgl 13 Maret 2014, dan darah telah tertumpah,” tambahnya.

“Kelompok-kelompok ekstremis bersenjata, yang mulai berdatangan ke kota itu dari wilayah-wilayah lain negeri itu sehari sebelumnya, telah menyerang para demonstran damai, yang turun ke jalan-jalan untuk mendemonstrasikan sikap mereka atas sikap destruktif dari orang-orang yang menyedut diri sebagai penguasa Ukraina,” kata Lavrov laig.

Ia juga menyerukan kepada rezim baru di Kiev untuk melucuti senjata kelompok-kelompok militan dan menjamin keamanan publik.

“Sayangnya, berdasarkan apa yang terjadi di Ukraina, tidak ada hal-hal tersebut yang dilakukan dan penguasa di Kiev tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol situasi di negaranya. Rusia menyadari kewajibannya atas nasib warga Rusia di Ukraina dan memiliki hak untuk melindungi mereka.”(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL