tu 150Moskow, LiputanIslam.com — Sebuah tim inspeksi udara Rusia akan melakukan penerbangan pengamatan di wilayah udara AS dan Kanada di bawah “Perjanjian Udara Terbuka”.

“Di bawah Perjanjian Internasional Udara Terbuka, satu tim inspektor Rusia akan melakukan 2 penerbangan pengamatan dengan pesawat Tu-154M-LK1 di atas udara Kanada dan AS,” kata kepala Pusat Nasional Pengurangan Ancaman Nuklir Rusia, Sergei Ryzhkov, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Senin (13/10).

Bila terlaksana, ini merupakan penerbangan pengamatan ke 32 dan 33 di bawah perjanjian tersebut di bawah perjanjian itu tahun 2014.

Penerbangan di atas Kanada akan berlangsung antara tanggal 13 sampai 18 OKtober dengan jarak sejauh 5.400 kilometer. Sedangkan di AS, akan dilakukan pada tanggal 20 hingga 25 Oktober dengan jarak 4.250 kilometer.

Ryzhkov juga menambahkan bahwa pada tanggal 13 hingga 17 Oktober tim pengamat dari Jerman, Yunani dan Italia akan melakukan pengamatan di udara Rusia dengan pesawat buatan Swedia SAAB 340. Namun ia tidak menyebutkan cakupan wilayah pengamatan tersebut.

Pesawat Rusia akan menempuh jalur yang disetujui oleh kedua negara yang dilalui, dengan tim ahli dari AS dan Kanada juga turut serta dalam pengamatan untuk memastikan penggunaan peralatan pengamatan yang tidak melanggar perjanjian.

“Treaty on Open Skies” atau Perjanjian Udara Terbuka ditandatangani tahun 1992 di Helsinki dan oleh 34 negara. Perjanjian itu mengatur penerbangan-pengerbangan pengamatan tanpa senjata di wilayah udara anggota perjanjian. Perjanjian ini ditujukan untuk meningkatkan saling kepercayaan antar anggota dengan aturan langsung untuk mengumpulkan informasi tentang wilayah-wilayah yang menjadi perhatian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL