pembom strategis rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia merencanakan untuk mengirimkan sejumlah pesawat pembom strategis ke Krimea, setahun setelah wilayah itu bergabung dengan Rusia.

Kantor berita Press TV melaporkan, Selasa (17/3), seorang pejabat Kemenhan Rusia mengatakan bahwa Rusia akan mengirimkan pesawat-pesawat pembom Tupolev 22-M3 yang mampu menembakkan rudal-rudal nuklir ke wilayah Krimea sebagai bagian dari latihan militer besar-besaran Rusia untuk menguji kesiapan militer Rusia dalam menghadapi krisis bersenjata.

Namun sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya itu tidak menyebutkan tanggal pasti dari rencana pengiriman pesawat-pesawat pembom itu.

Lebih dari 40.000 pasukan telah dikerahkan di sejumlah wilayah Rusia untuk menunjukkan kekuatan Rusia di tengah krisis politik dan keamanan terkait dengan konflik di Ukraina. Terkait dengan konflik itu, AS dan NATO pun telah meningkatkan kehadiran militernya di negara-negara yang berdekatan dengan Rusia. Selain itu, selama tahun 2014 lalu, NATO telah menggelar sekitar 200 latihan militer.

Pengumuman tersebut bersamaan saat warga Krimea memperingati penggabungan wilayah tersebut ke Rusia,  minggu ini, menyusul referendum yang dimenangkan oleh para pendukung unifikasi dengan Rusia. Penggabungan wilayah itu dengan Rusia mendorong 2 wilayah Ukraina lainnya yang berdekatan dengan Rusia, Donetsk dan Luhansk, untuk bergabung dengan Rusia dan melancarkan gerakan separatisme terhadap Ukraina. Konflik bersenjata akibat seperatisme itu telah menewaskan lebih dari 6.000 warga.

Dalam film dokumenter yang ditayangkan televisi Rusia, hari Minggu (15/3) Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah bersiaga menghadapi perang nuklir sejak pecahnya krisis di Ukraina. Putin juga mengakui bahwa Rusia melancarkan operasi militer secara rahasia untuk menggabungkan wilayah Krimea dengan Rusia tahun lalu.

Pada tanggal 12 Februari perjanjian gencatan senjata ditandatangani di Minsk antara pemimpin negara-negara Ukraina, Rusia, Jerman dan Perancis. Namun perjanjian itu tidak cukup efektif untuk menghentikan pertempuran.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*