antonovMoskow, LiputanIslam.com — Segera setelah terjadinya insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH-17, Ukraina dan negara-negara barat langsung menuduh Rusia terlibat dalam insiden tersebut, minimal dalam hal menyediakan senjata yang digunakan pemberontak separatis Ukraina untuk menembak jatuh pesawat tersebut.

Atas tuduhan-tuduhan tersebut, Rusia melalui Wakil Menhan Anatoly Antonov mengajukan 10 pertanyaan kepada Ukraina untuk membuktikan tuduhan tersebut. Pertanyaan disampaikan melalui wawancara dengan Russia Today, 18 Juli 2014 atau sehari setelah insiden penembakan MH-17.

“Mereka ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kami bertanggungjawab atas kecelakaan itu. Ini adalah sesuatu yang aneh, bahwa tanpa bukti apapun rekan-rekan saya dari barat telah menemukan seseorang untuk dituduh sebagai penanggungjawab musibah itu,” kata Antonov.

Menurut Antonov apa yang dilakukan Ukraina dan negara-negara barat itu adalah bentuk “perang informasi” yang dilakukan terhadap Rusia.

Bagi Antonov, musibah ini mestinya dijadikan dasar bagi kerjasama untuk mencegah musibah yang sama terjadi di masa depan.

“Bagi saya, saya tidak ingin menggunakan kesempatan seperti ini untuk menyalahkan seseorang. Saya hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada rekan-rekan dari angkatan perang Ukraina,” kata Antotov dalam wawancaranya.

“Saya berharap mereka akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, ini akan menjadi kesempatan bagus bagi kami untuk menyadari di mana kita berada, apakah ada kemungkinan bagi kita untuk memulai kerjasama menemukan siapa yang benar-benar bertanggungjawab atas tragedi ini.”

“Jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu kita menemukan kesempatan untuk mencegah tragedi seperti itu di masa mendatang,” tambahnya.

Pertanyaan-pertanyaan itu adalah:

1. Segera setelah terjadinya musibah, otoritas Ukraina menuduh kelompok separatis sebagai pelakunya. Apa dasar tuduhan ini?

2. Bisakah Ukraina menjelaskan secara detil bagaimana menggunakan sistem pertahanan rudal BUK di wilayah konflik? Mengapa sistem ini ditempatkan di wilayah dimana separatis tidak memiliki satu pesawatpun?

3. Mengapa pemerintah Ukraina tidak melakukan apapun untuk membentuk komisi internasional? Kapan komisi ini mulai bekerja?

4. Bersediakah angkatan perang Ukraina mengijinkan penyidik internasional melihat persenjataan rudal-rudal anti pesawat mereka, termasuk rudal SAM?

5. Akankah komisi internasional mendapatkan akses untuk mendapatkan data dari sumber-sumber terpercaya terkait pergerakan pesawat-pesawat tempur Ukraina pada hari terjadinya bencana?

6. Mengapa pusat kendali lalu-lintas udara Ukraina mengijinkan pesawat itu menyimpang dari jalur reguler menuju “zona operasi militer anti teroris”?

7. Mengapa wilayah udara di atas zona militer tidak ditutup bagi penerbangan sipil, khususnya karena wilayah itu tidak terkover seluruhnya oleh sistem radar navigasi?

8. Apa komentar pejabat Ukraina atas laporan-laporan di media sosial yang disampaikan oleh pengawas lalu-lintas udara dari Spanyol yang bekerja di Ukraina, bahwa ada 2 pesawat militer Ukraina yang terbang bersama pesawat Boeing 777 (MH-17) di wilayah udara Ukraina?

9. Mengapa inteligen Ukraina mulai bekerja dengan rekaman komunikasi antara pusat kendali lalu-lintas udara Ukraina dengan awak Boeing dan dengan sistem penyimpanan data dari radar-radar Ukraina, tanpa menunggu penyidik internasional?

10. Pelajaran apa yang diterima Ukraina dari insiden serupa tahun 2001, ketika pesawat Tu-154 Rusia jatuh ke Laut Hitam? Saat itu otoritas Ukraina membantah insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan angkatan bersenjata Ukraina hingga bukti-bukti kuat kemudian  menunjukkan kesalahan Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL