rupiahJakarta, LiputanIslam.com–Setelah sebelumnya beredar analisis bahwa melemahnya rupiah adalah seiring dengan fluktuatifnya nilai Dollar AS akibat perang Irak, analisis lain menyebutkan bahwa rupiah melemah akibat pilpres.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menilai kekhawatiran akan kondisi politik pada periode pemilihan presiden turut melemahkan rupiah. Menurut Mirza, pasar mengharapkan pilpres dapat berjalan dengan baik. Selain itu, stabilitas politik dan kemanan juga diharapkan terjaga dengan baik. Presiden terpilih juga diharapkan akan melanjutkan reformasi ekonomi, hukum, dan birokrasi.

“Sekarang ini menurut hasil polling (persaingan capres) ketat. Jadi mungkin ada kekhawatiran bisa mengganggu stabilitas keamanan dan politik,” kata Mirza di Jakarta, sebagaimana dikutip Kompas (27/6/2014).

Oleh karena itu, lanjut Mirza, bank sentral memiliki tugas untuk meyakinkan investor bahwa Indonesia dapat menyelenggaralan pilpres secara langsung dan berjalan dengan baik. Dalam pemilu legislatif 9 April lalu pun dapat dibuktikan berjalan dengan aman.

“Pilkada kan hampir setiap bulan. Pilkada semua tenang. Jadi tugas kita meyakinkan investor pasar keuangan bahwa negeri ini akan tetap aman, terkenadali. Situasi poltik juga akan terkendali semua aman, normal,” papar Mirza.

Meskipun demikian, Mirza menilai tekanan rupiah karena faktor politik ini tidak akan terus berlangsung. “BI melihat tekanan yang terkait dengan politik sifatnya temporer,” tegasnya.

Selain itu, kebiasaan menggunakan dollar dalam transaksi domestik, seperti jual-beli di dalam wilayah Indonesia, membuat tingginya permintaan Dollar, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena itu Mirza mengingatkan agar publik mematuhi Undang-undang (UU) Mata Uang (UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang) yang menyebutkan bahwa semua transaksi di dalam negeri harus menggunakan rupiah. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL