Gaza, LiputanIslam.com–Sejumlah rumah sakit di Gaza beroperasi dalam keadaan darurat karena kekurangan stok obat akibat dari blokade Israel.

Mengutip informasi dari pejabat Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, kepada Press TV pada Selasa (13/3/18), hampir setengah stok obat-obatan di Gaza telah habis dan mereka tidak dapat menerima suplai dari luar.

“Krisis medis semakin parah, karena sanksi kepada kementerian kesehatan telah diperkuat dan penutupan perbatasan berlangsung lama…” kata al-Barsh.

Selain blokade suplai obat-obatan, rezim Israel juga melarang pasien Gaza yang ingin keluar untuk mencari pengobatan di Tepi Barat.

Menurut kemenkes Gaza, total 54 pasien Palestina meninggal sepanjang tahun 2017  karena gagal mendapat izin perjalanan dari Israel.

“Sejak 2007, rezim penjajah Israel mencegah pasien meninggalkan Gaza untuk pengobatan medis. Ini berlawanan dengan hukum internasional dan Konvensi Geneva Keempat. Langkah rasis ini ditargetkan kepada semua pasien, terutama yang terkena gagal ginjal, kanker, dan cacat lahir,” kata juru bicara kemenkes, Ashraf Qedra.

Banyak keluarga Gaza yang khawatir atas nasib anggota keluarga mereka yang sakit. Mereka pun meminta komunitas internasional untuk membantu mengakhiri penderitaan para pasien ini.

Pada bulan lalu, sebanyak 7 rumah sakit di Jalur Gaza ditutup karena kehabisan bahan bakar generator listrik, sekali lagi karena tidak adanya suplai akibat blokade Israel.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa krisis bahan bakar ini akan berefek ke seluruh rumah sakit di Gaza jika tidak segera ditangani. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*