Rumah Dubes Iran di Tripoli

Rumah Dubes Iran di Tripoli

Tripoli, LiputanIslam.com–Kelompok terorIslamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom terhadap rumah milik Duta Besar Iran di Libya. Rumah yang diserang hari Ahad (22/2) lalu itu dalam keadaan kosong.

Pejabat keamanan Libya menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam serangan ini dan hampir semua kedutaan besar di Tripoli telah ditudtuo sejak musim panas 2014 seiring dengan meningkatnya aksi-aksi teror di ibu kota Libya itu. Gedung yang dibom dalam keadaan kosong dan tidak ada petugas keamanan yang bertugas pada saat kejadian.

Satu unit bom meledak di luar pagar dan satu lagi di halaman bagian dalam, demikian dijelaskan oleh pejabat keamanan itu kepada kepada AFP.

ISIS mengaku bertanggung jawab melalui pernyataannya di Twitter, “Tentara ISIS melancarkan dua serangan bom ke kedutaan Iran di Tripoli.”

Di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Marzieh Afkham, menyatakan bahwa telah terjadi kerusakan kecil pada gedung tempat tinggal Dubes dan menyerukan agar dilakukan dialog politik di Libya untuk melawan teroris dan ekstrimis.

Afkhami menyatakan bahwa Iran menentang campur tangan asing di Libya, dan faksi-faksi yang berseteru di Libya harus segera bernegosiasi untuk membentuk pemerintahan bersama.

Sejak Agustus 2014 Tripoli dikuasai milisi Al Fajr setelah terjadi pertempuran berdarah yang membuat banyak negara asing menutup kedutaan mereka di Libya.  Sebelumnya, pada Januari, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom ke gedung kosong milik Kedutaan Aljazair, melukai seorang petugas keamanan dan dua orang yang sedang melintas/

Kelompok teroris ISIS bercokol di Libya dan menimbulkan kekacauan berdarah di sana sejak Presiden Moammar Qadhafi digulingkan pada tahun 2011 oleh gerakan pemberontakan yang didukung NATO. Kini negara yang di masa Qaddafi  merupakan negara termakmur di Afrika itu dipenuhi oleh senjata, memiliki dua pemerintahan dan dua parlemen yang saling berseteru memperebutkan kekuasaan dan kekayaan minyak yang berlimpah.(fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL