nur pamujiJakarta, LiputanIslam.com — BUMN strategis ini belum juga beres manajemennya. Setelah kasus inefisiensi Rp37 triliun yang belum juga mendapat kejelasan, para petingginya yang terjerat kasus korupsi, pemadaman bergilir yang tidak pernah bisa dihentikan, serta coverage listrik nasional yang masih juga minim, kini DPR RI akan memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) karena terlilit kerugian besar sepanjang tahun 2013 lalu.

“Kami akan menggelar rapat dengar pendapat segera, setelah masa reses berakhir,” kata anggota Komisi VI DPR RI Ferrari Romawi kepada wartawan, Rabu (5/2).

Ferrari mengaku belum menentukan jadwal rapat tersebut. Namun, kata dia, DPR menghendaki petinggi PLN  untuk menjelaskan penyebab tingginya kerugian yang dialami perusahaan listrik tersebut.

Dalam laporannya, PLN mencatatkan kerugian sebesar Rp 29,6 triliun pada 2013 setelah nilai tukar rupiah melemah. Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, mengatakan kerugian perseroan naik signifikan dibandingkan 2012 yang mencapai Rp 5,94 triliun.

Menurut Pamudji, tren penurunan laba bersih PLN terjadi dalam lima tahun terakhir. Pada 2009, laba bersih PLN sebesar Rp 10,35 triliun, kemudian mulai turun tipis menjadi Rp 10,3 triliun pada 2010. Setahun berikutnya, laba PLN anjlok 47,5 persen menjadi Rp 5,42 triliun, dan pada 2012 turun 41 persen menjadi Rp 3,2 triliun. Adapun kerugian pada 2013 merupakan yang terbesar dalam 13 tahun terakhir.

Nur mengatakan rugi kurs terjadi seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat, yen Jepang, dan euro pada tahun lalu. Menurut dia, dengan mengacu pada nilai kurs per 25 Februari 2014, nilai liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing per Desember 2013 sebesar Rp 12,18 triliun.

“Sebanyak 99 persen liabilitas moneter kami dalam mata uang dolar AS dan yen,” ujarnya.

Utang PLN dalam mata uang dolar berasal dari obligasi internasional, utang bank, utang penerusan pinjaman, serta utang sewa pembiayaan. Sedangkan utang dalam mata uang yen berasal dari utang sewa pembiayaan dan utang penerusan pinjaman. Total beban keuangan PLN pada 2013 naik 22,3 persen menjadi Rp 30,1 triliun dibanding pada 2012 sebesar Rp 24,6 triliun.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL