rudal rs-26Moskow, LiputanIslam.com — Rudal terbaru Rusia RS-26 yang dijuluki ‘rudal anti sistem pertahanan udara ballistik’, akan mulai dioperasikan tahun depan atau selambat-lambatnya pada tahun 2017. Demikian pernyataan komandan Angkatan Rudal Strategis (Strategic Missile Force/SMF) Rusia seperti dilansir Russia Today, Minggu (17/5).

“Kami terus melakukan ujicoba atas RS-26 dan berencana menyelesaikannya tahun depan, dan rudal tersebut siap dioperasikan tahun 2016,” kata komandan SMF Letjend Sergey Karakayev kepada RIA Novosti.

Sampai saat ini informasi lengkap tentang rudal tersebut masih belum banyak diketahui mengingat pengembangannya yang dilakukan secara sangat rahasia. Namun diketahui bahwa rudal tersebut berbahan bakar padat, memiliki sistem pemecah hululedak canggih, dan bisa diluncurkan dari sistem peluncuran yang mobil sehingga lebih sulit dilacak keberadaannya.

Rudal ini dikembangkan oleh Moscow Institute of Thermal Technology, dengan nama proyek Rubezh (Frontier), atau  Avangard (Vanguard).

Beberapa waktu lalu Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, menyebut rudal ini sebagai “the ABM killer”, atau pembunuh sistem pertahanan udara balistik.

“Baik sistem pertahanan udara Amerika yang sudah ada, ataupun yang masih dalam perencanaan, tidak akan sanggup mencegah rudal ini menghantam sasarannya,” kata Rogozin.

RIA Novosti pernah melaporkan hingga tahun 2013 rudal baru ini telah menjalani 4 kali ujicoba, 3 di antaranya berhasil mengenai sasaran dengan tepat. Namun hasil ujicoba-ujicoba terbaru masih belum diketahui.

Karakayev juga menambahkan bahwa rudal ballistik jarak jauh terbaru Sarmat juga akan segera beroperasi penuh pada tahun 2020. Namun berbeda dengan RS-26, rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah. Berdaya jangkau efektif 5.500 km dan berbobot 100 ton, rudal ini akan menggantikan rudal SS-18 Satan.

Selain itu Rusia diketahui juga tengah mengembangkan sistem rudal yang diluncurkan dari kereta api, yang disebut ‘Barguzin’. Rudal jenis ini dianggap efektif sebagai senjata yang mobil dan mudah disamarkan.

Dibandingkan AS, Rusia dalam beberapa tahun terakhir lebih agresif mengembangkan sistem persenjataan strategisnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL