ruble merosotMoskow, LiputanIslam.com — Mata uang Rusia Ruble mengalami pukulan paling keras Selasa (16/12) kemarin. Dalam sehari itu Ruble merosot hingga 20% dibanding mata-mata uang utama dunia lain seperti Dolar dan Euro. Demikian Russia Today melaporkan.

Di pasar uang Rusia kemarin Euro diperdagangkan pada harga 93,5 Ruble dan Dollar 75 Ruble.

Sementara itu di pasar saham juga terjadi kemerosotan indeks saham hingga 15% pada hari yang sama setelah sehari sebelumnya (Senin) merosot 11%. Saham Sberbank, bank terbesar di Rusia, merosot 17.77 %, dan bank terbesar kedua VTB, merosot 14.29 %. Saham perusahaan-perusahaan migas milik pemerintah seperti Gazprom, Rosneft, dan Surgut juga mengalami kemerosotan.

Upaya otoritas keuangan Rusia untuk menghambat kemerosotan dengan menaikkan tingkat bunga hingga 17 % gagal untuk mencegah kemerosotan pasar uang dan saham.

Merosotnya harga minyak dunia sejak November lalu hingga saat ini menambah panik pasar uang dan saham Rusia. Sementara sanksi-saksi ekonomi yang dilancarkan barat terhadap Rusia akibat konflik Ukraina telah menghambat investasi dan pembiayaan dari negara-negara barat.

Para analis meyakini jika tidak ada langkah yang tepat maka Rusia akan memasuki resesi sejak awal tahun 2015.

Hari Selasa kemarin pimpinan bank sentral Rusia (CBR) Elvira Nabiullina mengatakan bahwa tingginya suku bunga diharapkan akan menghentikan spekulasi investor yang telah memukul nilai tukar Ruble.

“Kita harus belajar hidup dalam realitas, untuk menfokuskan perhatian kita pada sumber-sumber kekuatan kita sendiri untuk membiayai proyek-proyek dan membuat kesempatan untuk substitusi produk-produk impor,” kata Elvira dalam pidato di televisi, Selasa (16/12).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL