Hassan-RouhaniPresiden Iran Hassan Rouhani memuji Tentara Pengawal Revolusi Iran (IRGC)  sebagai sebuah kekuatan utama di kawasan. Hal itu disampaikan Rouhani dalam pidato yang disampaikannya di hadapan para veteran Perang Iran-Irak tahun 1980-1988 di Provinsi Khuzestan, kemarin (17/1).

Merujuk pada masa-masa awal pembentukan IRGC, Rouhani menyebutkan bahwa dengan perlengkapan seadanya ketika dibentuk pada awal revolusi Iran tahun 1979 hingga dimulainya perang yang dipicu oleh serangan Irak tahun 1980, IRGC kini telah menjadi “kekuatan militer utama di kawasan” sekaligus menjadi kebanggaan bangsa Iran.

“Pengawal Revolusi berhasil melakukan pengembangan besar selama perang dan telah menjadi kekuatan besar di kawasan,” kata Rouhani.

“Kami bangga dengan IRGC, Tentara Nasional, polisi, milisi suku-suku dan lebih dari itu keberanian dan kepahlawanan Basiji (milisi sipil bersenjata sukarela),” tambah Rouhani.

Perlu menjadi catatan bahwa dalam perang Iran-Irak, rakyat Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini lebih mengandalkan kekuatan Basiji dan IRGC daripada tentara reguler (Tentara Nasional) yang dianggap masih banyak terkontaminasi oleh kekuatan regim Shah Iran. Baik Basiji dan IRGC terlibat dalam banyak operasi militer bersama yang heroik, dengan Basiji yang lebih mengandalkan jumlah personil yang mencapai jutaan orang dan IRGC yang mengandalkan kekuatan senjata yang lebih modern bahkan dibandingkan milik Tentara Nasional. Dengan kombinasi tersebut Iran berhasil memukul mundur pasukan pendudukan Irak yang dibantu negara-negara barat dan Arab, kecuali Syria yang justru mendukung Iran.

“Bahkan dalam perang tersebut, kita harus mempertahankan diri dan kita adalah penjaga kedaulatan dari perang yang ditimpakan kepada kita,” tambah Rouhani lagi.

Namun Rouhani juga menegaskan bahwa Iran adalah negara pecinta damai dan tidak pernah berambisi untuk menyerang negara lain.

“Iran dan rakyat Iran adalah negara pecinta damai yang tidak pernah dan tidak ingin menyerang negara lain,” kata Rouhani lagi.

Menurut penekanan Presiden Rouhani kebijakan luar negeri Iran dilandasi oleh semangat untuk menciptakan perdamaian di dunia, namun untuk bisa mewujudkan hal itu Iran juga memerlukan kekuatan bersenjata yang kuat.(CA/Fars News)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL