AS-Rusia

Washington, LiputanIslam.com — Mantan anggota Kongres AS yaitu Ron Paul telah memperingatkan bahwa upaya Washington untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas krisis di Ukraina adalah “tindakan perang.”

“Meskipun banyak telah keliru karena mempercayai bahwa sanksi adalah cara yang relatif tidak berbahaya yang dapat  memaksa negara-negara asing untuk melakukan apa yang kita katakan, kita harus [memahami] dengan jelas bahwa : sanksi merupakan tindakan perang,” tulis Paul dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Senin (10/3). Kongres AS direncanakan untuk memilih sanksi terhadap Rusia dalam beberapa hari mendatang.

Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan sanksi ekonomi dan memblokir visa pejabat Rusia, tetapi  pemblokiran  tersebut masih belum menunjukkan pada entitas atau pejabat Rusia yang mana.

Para pejabat Amerika dan Eropa akan bertemu di London pada Selasa untuk mulai menyusun daftar sanksi yang mungkin akan berpengaruh bagi Rusia. Ron Paul juga mengatakan ada “bahaya konflik yang tak terbayangkan antara AS dan Rusia.”

“Kita harus menuntut pergeseran/ perubahan dari pijakan perang, jauhi retorika pembakar. Kita bangkrut dan tidak mampu untuk ” membeli” Ukraina. Kita tentu [lebih] tidak mampu lagi untuk perang yang lain, terutama [perang] dengan Rusia!” katanya.

Paulus menjelaskan bahwa utang AS secara resmi  lebih dari $ 17 triliun dan biaya invasi AS ke Afghanistan dan Irak mungkin lebih dari enam triliun dolar. “Invasi ilegal Presiden Obama untuk Libya setidaknya menelan satu miliar dolar dan menjadikan negara itu hancur. Sedangkan biaya yang dikeluarkan AS untuk mengganti rezim Assad di Suriah sangat besar, jumlahnya masih rahasia,” tulisnya.

“Jadi, adakah orang yang waras yang mengira bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai perang melawan Rusia demi Ukraina? Dan lebih buruk lagi, siapa yang akan ‘membayari’ Amerika Serikat untuk bail out  (menyelamatkan) Ukraina yang setidaknya membutuhkan $ 35.000.000.000 untuk bisa bertahan tahun ini?” tanyanya.

Pemerintahan Obama telah meningkatkan kehadiran pasukan militernya di Eropa, mengirimkan 12 jet tempur F – 16 dan 300 tentara Amerika di Polandia  juga telah siaga dalam menanggapi krisis di Ukraina. Enam F – 15C Eagles dan lebih dari 60 orang Amerika juga telah tiba di pangkalan udara Siauliai, Lithuania.

Sementara itu, USS Truxtun, Angkatan Laut AS yang dipandu – rudal perusak, menyeberangi Selat Bosphorus Turki dan memasuki Laut Hitam. Pada hari Sabtu, Presiden Obama memperingatkan kemungkinan “langkah-langkah baru”  yang akan diambil untuk melawan Rusia jika Moskow gagal untuk meredakan krisis. Pentagon telah menghentikan hubungan militer dengan Rusia, sebagai dampak atas posisi AS dan Rusia yang berseberangan di Ukraina. (LiputanIslam.com/presstv/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*