roket rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Roket pengangkut satelit Rusia, Proton-M, meledak bersama satelit milik Mexico yang diangkutnya di udara setelah tinggal landas, Sabtu (16/5). Badan Luar Angkasa Rusia Roscosmos mengumumkan.

Roket tersebut mengalami masalah ‘telemetry’ setelah meluncur dari fasilitas peluncuran roket Rusia di Kazakhstan, yang berujung pada terbakarnya roket dan angkutannya.

“Kesalahan itu terjadi pada ketinggian 161 kilometer. Roket tingkat ketiga, roket pendorong utama, dan pesawat luar angkasa terbakar habis di atmosfir hingga tidak ada serpihan yang jatuh di bumi,” demikian pernyataan Roscosmos seperti dilansir kantor berita Iran Press TV, Sabtu petang.

Sejumlah laporan awal menyebutkan sebagian reruntuhan jatuh di wilayah Chita, Rusia, dekat perbatasan dengan Mongolia. Namun para pejabat Rusia membantah laporan itu.

“Jika ada kerusakan ataupun korban, kami tentu sudah mengetahuinya sekarang,” kata seorang pejabat badan penanganan bencana Rusia kepada kantor berita Rusia RIA Novosti.

Laporan-laporan juga menyebutkan bahwa sekitar 10 ton bahan bakar roket yang beracun masih tersimpan di dalam tangki roket ketiga. Namun hal ini pun dibantah para pejabat Rusia.

Kepala lembaga kajian luar angkasa Space Policy Institute, Ivan Moiseev, juga membantah laporan-laporan itu.

“Tidak ada yang tersisa dari bahan bakar itu. Semuanya terbakar habis. Reruntuhan itu jatuh dari ketinggian dan kecepatan yang besar,” katanya.

Peristiwa ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah sebuah roket Rusia “Progress”, yang mengangkut suplai bagi awak luar angkasa stasiun luar angkasa internasional ISS, jatuh dan hancur di atmosfir setelah kehilangan kendali selama beberapa hari.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL