Pimpinan Partai Biru dan Putih, Benny Gantz. Sumber: WSJ

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Mandat dari presiden Israel, Reuven Rivlin, untuk membentuk koalisi pemerintahan telah diberikan kepada Benny Gantz, ketua Partai Biru dan Putih. Namun, dalam konferensi yang berlangsung pada Rabu (20/11) malam kemarin, Gantz mengakui kekalahannya dan tak sanggup memenuhi mandat presiden Rivlin.

“Selama 28 hari, saya telah berusaha sekuat tenaga demi terbentuknya sebuah pemerintahan yang baru,” ucapnya.

Gantz mengkritisi kubu partai sayap kanan yang menurutnya hanya memikirkan kepentingan satu orang saja. Ia mengakui dirinya tak akan sanggup memenuhi tenggat waktu yang diberikan oleh presiden Rivlin.

Baca: Israel Bersiaga Mengantisipasi “Serangan Balasan” Iran

Baik Gantz atau Netanyahu telah gagal membentuk pemerintahan Israel, situasi yang akan terus memperburuk kebuntuan politik Israel dan tentunya akan berdampak pada eksistensi negara Yahudi itu di tanah kependudukan.

Gantz dan Netanyahu sama-sama kurang memenuhi syarat untuk membentuk pemerintahan berdasarkan hasil pemilu pada September lalu.

Kegagalan ini, nantinya akan memaksa Israel menggelar tiga kali pemilu dalam waktu satu tahun. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*