Objek Wisata di Bandung, Gunung Tangkuban Perahu

Objek Wisata di Bandung, Gunung Tangkuban Perahu

Bandung, LiputanIslam.com — Kota Bandung disebut sebagai tujuan wisata peringkat keempat di Asia yang dipilih wisatawan mancanegara. Hal itu dikemukakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

“Bandung terpilih jadi tempat tujuan wisata keempat di Asia yang menjadi pilihan wisatawan mancanegara setelah Bangkok, Seoul, dan Mumbay, sedangkan di dunia menempati peringkat ke-21,” kata pria yang biasa disapa Kang Emil ini, seperti dilansir kompas.com, 9 Januari 2015.

Ia mengklaim Bandung menjadi pilihan nomor satu dari para wisatawan. Untuk itu fasilitas pariwisata akan terus dibenahi agar wisatawan bisa terus berdatangan. Pembenahan juga akan dilakukan di Bandara Husein Sastranegara, agar nantinya tampak bagus dan terawat.

“September 2015, Bandara Husein Sastranegara akan terlihat seperti baru, terminal penumpang berkapasitas lebih banyak dan tidak seperti sekarang yang kurang bagus,” katanya. Menurut Kang Emil, wisatawan Tiongkok adalah potensi paling besar mengunjungi Bandung.

Sementara dari sisi infrastruktur, angkutan di Bandung juga akan dibenahi untuk kenyamanan wisatawan yang berjalan-jalan di sekitar kota. “Taksi juga akan diverifikasi, karena beberapa ada yang pelayanannya kurang baik,” katanya.

Penambahan Bus Bandros juga akan dilakukan, agar antrean wisatawan yang akan menaiki bus ini tidak terlalu panjang. “Bandung memiliki bus Bandros, tapi baru ada tiga armada, rencananya akan ada penambahan sampai 30 bus wisata itu,” tambah dia.

Bagaimana dengan masalah sampah?

Salah satu masalah yang masih menghantui Bandung adalah banyaknya ditemukan sampah yang berserakan di berbagai tempat. Di kompleks pasar Kiara Condong misalnya, berbagai jenis sampah berserakan hingga ke jalan-jalan, kendati per tanggal 1 Desember 2014, Kang Emil telah menetapkan denda bagi siapapun yang membuang sampah sembarangan. Seperti diketahui, besarnya denda mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 50 Juta. Membuang sampah, seperti puntung rokok dan plastik, akan dikenai denda mulai Rp 1 juta dan maksimal sampai Rp 5 juta.  Kang Emil telah bertekad untuk serius menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) di Kota Bandung.

Kritik atas Bandung yang seolah menjadi lautan sampah juga pernah diutarakan oleh seorang warga Bulgaria, Inna Savova, pada bulan Februari 2014 lalu. Ia menyebut Bandung sebagai “The City of Pigs”.

“Bandung, sebuah tempat yang penduduknya berpikir bahwa daging babi dianggap terlalu kotor untuk dimakan, tetapi mereka hidup dalam lingkungan yang lebih kotor dari babi,” tulis Inna dalam blognya, venusgotgonorrhea.wordpress.com.

Inna mengeluhkan betapa Bandung dipenuhi oleh sampah, sementara warganya tidak peduli dan tetap merasa nyaman hidup di lingkungan kotor itu. Ketika menjumpai lingkungan yang kotor, banyak warga menyalahkan pihak lain, seperti pemerintah dan bahkan komunisme.

“Tak ada yang berhenti sejenak dan berpikir itu adalah salah mereka sendiri. Beberapa orang berpikir bahwa mereka hidup di lingkungan kotor karena miskin. Itu absurd,” tulis Inna. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*