Caracas, LiputanIslam.com—Ribuan warga Venezuela memenuhi jalanan ibukota Caracas untuk memprotes sebuah laporan terbaru dari PBB yang menyebut kondisi HAM di negara Amerika Latin itu buruk.

Demonstrasi besar-besaran pada haru Sabtu (13/7) itu diselenggarakan untuk membela pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Sebelumnya, komisioner tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet, merilis laporan yang menuduh otoritas Venezuela melakukan eksekusi di luar pengadilan, penyiksaan, penghilangan paksa dan pelanggaran hak lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan itu juga mengklaim bahwa pemerintah Maduro dan lembaga-lembaga afiliasinya telah menetapkan strategi “yang berfokus untuk menindas dan mengkriminalisasi oposisi politik dan individu yang mengkritik pemerintah” sejak 2016.

Dalam aksi ini, para pendukung mengibarkan spanduk dan meneriakkan slogan-slogan yang menyebut laporan Bachelet bias, manipulatif, dan pro-imperialis. Mereka juga menuding PBB telah mengkhianati rakyat Venezuela dan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Sementara itu, Presiden Maduro sendiri mengecam laporan PBB tersebut dan menyebutnya penuh dengan “kebohongan”. Bachelet, katanya, “menyajikan laporan yang dipenuhi pernyataan palsu, kesalahan representasi, penanganan data, dan sumber.”

Ia juga menyebut dokumen tersebut sebagai satu dari banyak laporan palsu yang didikte oleh Kemenlu AS dan disusun oleh para musuh Revolusi Bolivarian. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*