warga singapuraSingapura, LiputanIslam.com — Antrian panjang terjadi di depan Gedung Parlemen Singapura ketika ribuan warga Singapura bermaksud untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap jenasah mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew yang disemayamkan di gedung itu.

Melihat antusiasme warga, pemerintah memutuskan membuka kesempatan warga untuk melihat jenasah Lee Kuan Yew selama 24 jam penuh. Kesempatan tersebut akan diberikan sampai hari Sabtu malam (28/3), sebelum jenasah dikebumikan dengan upacara kenegaraan pada hari Minggu (29/3). Demikian seperti dilansir BBC News, Rabu (25/3).

Lee Kuan Yew meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada hari Senin (23/3). Ia sangat dihormati warga Singapura karena dianggap berhasil membawa negara kecil tersebut menjadi negara maju.

Para pejabat mengatakan terkejut dengan respon yang sangat besar warga Singapura atas kematian Lee sehingga harus memperpanjang jam kunjungan warga yang sebelumnya akan ditutup pada pukul 20.00 menjadi 24 jam penuh. Untuk mendukung respon warga tersebut, kereta api bawah tanah dan MRT dioperasikan 24 jam. Banyak perusahaan dan organisasi nirlaba yang juga meliburkan pegawainya untuk memberi kesempatan mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Lee.

BBC melaporkan bahwa antrean pertama kali dibuka pada hari Selasa malam (24/3). Pada Rabu siang, panjang antrian telah mencapai beberapa kilometer. Seorang warga, Ivy Chiam (79 tahun), menghabiskan waktu 4 jam untuk mengantri bersama saudaranya.

“Kami merasa sangat lelah, namun kami bahagia karena bisa berkumpul dengan orang-orang yang berbagi perasaan yang sama, membicarakan hal-hal yang sama, yaitu Lee Kuan Yew,” katanya kepada BBC.

“Berdiri lama tidak sebanding dengan apa yang telah ia (Lee) berikan kepada kami,” tambahnya.

Petugas memisahkan antrian untuk para orang tua, penderita cacat dan wanita hamil. Petugas juga membagi-bagikan air minum kepada pengantri.

Sebelumnya, pada Rabu pagi, jenasah Lee disemayamkan di rumah pribadinya. Ribuan karangan bunga menumpuk di pintu gerbang Istana, kediaman Lee dan keluarganya. Selanjutnya peti jenasah dibawa dengan iring-iringan militer dibawa ke Gedung Parlemen untuk disemayamkan.

Pada hari Selasa PM Singapura yang juga putra kandung Lee Kuan Yew, Lee Hsien Loong, menyampaikan terima kasihnya kepada warga Singapura melalui akun Facebook, atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum Lee. Ia juga mengumumkan bahwa bunga nasional Singapura, sejenis anggrek, diberi nama sesuai nama Lee Kuan Yew, yaitu Aranda Lee Kuan Yew.

Bunga tersebut turut dipajang di Gedung Parlemen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*