Foto: dw.de

Foto: dw.de

Berlin, LiputanIslam.com – Demonstrasi untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional juga terlihat di Berlin, Jerman. Mereka turun ke jalan-jalan, menyerukan agar Israel mengakhiri pendudukan di Palestina.  Sepanjang jalan, yel-yel bergema dahsyat. Michael Spaney, yang bertindak sebagai orator, berseru “Hentikan pengeboman”.

Di Berlin,  menurut keterangan polisi setempat, demonstrasi diikuti sekitar  1.500 orang. Para pendemo membawa poster-poster yang menyerukan untuk melakukan boikot kepada Israel. Mereka juga mengibarkan bendera Palestina, dan meminta agar Israel menghentikan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Hari Quds Internasional pertama kali dicetuskan oleh pendiri Republik Islam Iran,  Ayatollah Khomeini, pada Agustus 1979. Setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan, umat manusia dari seluruh dunia, tak terbatas apapun agamanya – akan turun ke jalan-jalan guna menyatakan dukungan untuk pembebesan Palestina. Selain itu, mereka juga mengutuk kebiadaban Zionis Israel.

Di saat yang bersamaan, ada kelompok lain pro-Zionis Israel yang juga turun melakukan demonstrasi guna “melawan” aksi solidaritas kepada Palestina. Menurut Dw.De Media Centre, pihak kepolisian Berlin memberikan pembatas dari titik lokasi kedua kelompok demonstran untuk menghindari adanya bentrokan. Lebih lanjut, pendemo juga dilarang untuk meneriakkan slogan-slogan yang memicu terjadinya kekerasan, mereka juga dilarang melakukan aksi pembakaran bendera.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hari Al-Quds diperingati dengan damai di Berlin. Namun sejak tahun 2000, menurut Dw.De Media Centre, sering diwarnai kericuhan.

Bersamaan dengan Hari Al-Quds Internasional, agresi militer yang dilancarkan oleh Zionis Israel di Jalur Gaza telah memasuki hari ke-17. Dalam waktu yang singkat ini, 800 lebih rakyat Palestina telah gugur, dan lebih dari 5.000 orang menderita luka-luka.  Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

Seorang  bocah Palestina, kepada Press TV meminta agar dunia internasional bertindak atas tindakan keji Zionis Izrael.

“Kami anak-anak Gaza belum pernah melihat dreamland (tanah impian yang aman, indah –red) kendatipun hanya di dalam mimpi. Kami hanya melihat mimpi buruk, atas parahnya kerusakan wilayah kami dan masa depan yang suram. Kami mohon, bantulah kami, selamatkanlah kami dari monster Israel, terimakasih,” ucapnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL