tentara koreaSeoul, LiputanIslam.com — Ribuan tentara Korea Selatan dikerahkan untuk memburu seorang tentara yang diduga telah membunuh 5 rekannya di sebuah pos penjagaan di dekat perbatasan Korea Utara.

Seorang tentara mengalami luka-luka dalam tembak-menembak dengan tentara yang diketahui bernama Im, di kota perbatasan Goseong, Provinsi Gangwon. Tidak diketahui motif penembakan yang dilakukan Im terhadap rekan-rekannya, hari Sabtu malam (21/6).

Sebagaimana laporan BBC, Minggu (22/6), tentara telah menyudutkan Im di sebuah tempat di dekat sekolah dasar dan berusaha membujuknya untuk menyerahkan diri. Orang tua Im juga telah didatangkan untuk membujuknya menyerahkan diri.

Menjaga pos perbatasan di zona demiliterisasi yang membagi dua Korea dianggap sebagai salah satu tugas paling berat yang ditanggung oleh tentara Korea, terutama tentara rekrutan baru seperti Im.

Sersan Im menembak rekan-rekannya di satuan Divisi Infantri ke 22 di sebuah pos penjagaan terpencil, kemudian melarikan diri dengan membawa senjata semi-otomatis K2 serta sejumlah amunisi.

“Sersan Im melempar granat dan kemudian menembak setelah selesai menukaikan tugasnya,” kata sumber militer kepada BBC.

Selain 5 orang tentara tewas, 7 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden itu.

Ribuan tentara dikerahkan untuk memblolir seluruh jalur keluar dari kota Goseong, serta melindungi pemukiman-pemukiman penduduk.

Tentara yang terluka karena tembak-menembak dengan Im telah dibawa ke rumah sakit dengan ambulan.

Seorang perwira yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada BBC bahwa Sersan Im termasuk dalam daftar tentara yang harus mendapatkan perhatian khusus karena dianggap mengalami kesulitan beradabtasi dengan kehidupan militer.

Jubir kementrian pertahanan Korsel menyatakan penyesalan atas insiden tersebut.

“Kami meminta ma’af telah menimbulkan masalah bagi negara,” demikian pernyataan kementrian pertahanan Korsel, Minggu (22/6).

Sebelumnya telah beberapa kali terjadi insiden serupa di kemiliteran Korsel. Bullying dan masalah mental menjadi penyebab hal itu.

Pada tahun 2011, seorang personil marinir menembak rekan-rekannya, menewaskan 4 orang.

Puluhan ribu pasukan dari kedua Korea berada di wilayah demiliterisasi kedua negara yang merupakan salah satu daerah paling padat personil dan peralatan militer di dunia.

Kedua Korea terpecah dua setelah terjadinya Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjiannya perjanjian perdamaian. Jadi secara teknis bisa dikatakan kedua negara masih berada dalam status perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL