milisi sadrBaghdad, LiputanIslam.com — Ribuan anggota milisi Tentara Mahdi, pendukung ulama kharismatik Muqtada al-Sadr, melakukan parade di Baghdad dan Najaf, Sabtu (21/6). Parade ditujukan sebagai bentuk dukungan moril terhadap militer Irak yang tengah pertempuran hebat melawan kelompok-kelompok militan wahabi-salafi yang dipimpin kelompok teroris ISIL.

Parade tersebut, sebagaimana dilaporkan Press TV hari ini (21/6), digelar sebagai respons atas seruan Muqtada al Sadr terhadap pendukungnya untuk memperkuat persatuan Irak menghadapi kelompok-kelompok militan.

Milisi Tentara Mahdi adalah kekuatan militer yang paling merepotkan dan paling sulit ditundukkan oleh Amerika saat negara super power itu menduduki Irak sejak tahun 2003 hingga 2011.

Sejauh ini puluhan ribu relawan telah bergabung dengan tentara guna menghadapi ISIS dan kelompok-kelompoknya yang telah menguasai kota terbesar kedua Mosul minggu lalu.

Beberapa hari lalu ulama tertinggi Shiah Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, menyerukan kepada penduduk Irak untuk mengangkat senjata mempertahankan negara. Media-media Irak melaporkan sebanyak 2 juta rakyat Irak telah menyatakan kesediaannya diterjunkan dalam pertempuran.

Pada tanggal 10 Juni, ISIL melancarkan serangan mengejutkan yang berhasil merebut kota Mosul, ibukota Provinsi Nineveh dan kota terbesar kedua Irak. Tidak lama kemudian ISIL juga berhasil merebut kota yang berjarak 140 kilometer seja dari Baghdad.

Namun tentara Irak dengan dukungan milisi-milisi pendukungnya berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai ISIL, seperti kota Abu Tayban di dekat kota Ramadi dan Tal Afar di Provinsi Nineveh.

Tentara Irak juga berhasil merebut kembali sebagian besar kota minyak Baiji di Provinsi Salahuddin.

Organisasi pengungsi PBB, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengumumkan kemarin bahwa sekitar sejuta warga Irak telah menjadi pengungsi sejak terjadinya aksi-aksi kekerasan di Irak.

Pertempuran antar Kelompok Militan

Sementara itu dikabarkan telah terjadi pertempuran sengit antar kelompok militan ISIL dengan rekannya kelompok Army of the Men of the Naqshbandiyah Order (JRTN) di Kirkuk. Bentrokan tersebut menewaskan 17 militan.

Beberapa saksi mata menyebutkan pertempuran terjadi setelah JRTN menolak memberikan dukungan kepada ISIS. Namun sumber lain menyebutkan penyebabnya adalah rebutan truk-truk yang mengangkut minyak.

Pertempuran kedua kelompok dikabarkan masih berlangsung meski telah ada mediasi yang dilakukan pemimpin-pemimpin Al Qaida.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL