Gaza, LiputanIslam.com—Ribuan warga Palestina berkumpul di Jalur Gaza untuk menghadiri pemakaman relawan medis wanita yang tewas ditembak oleh tentara Israel

Relawan bernama Razan Ashraf al-Najjar itu tengah bertugas mengobati para demonstran yang terluka di aksi unjuk rasa Great March of Return ketika ia ditembak oleh pasukan IDF pada Jumat (1/6/18) kemarin.

Najjar terluka serius, dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di hari kejadian.

Pada Sabtu kemarin, para petugas medis Palestina ikut menyertai pemakaman Najjar. Ayah perempuan berumur 21 tahun ini juga hadir dengan membawa jaket kedokteran berwarna putih yang ternoda darah yang anaknya kenakan saat kejadian.

“Saya sudah bilang kepadanya, berbahaya mendekati [gerbang perbatasan Gaza-Israel] tetapi dia menjawab dia tidak takut mati dan ingin membantu seorang pemuda [demonstran],” kata seorang petugas medis.

Menurut informasi dari Palestinian Medical Relief Society (PMRC), Najjar ditembak ketika sedang “berupaya memberikan pengobatan pertama kepada seorang demonstran yang terluka.”

“Menembak seorang petugas medis adalah kejahatan perang di bawah kesepakatan Geneva,” tulis  PMRC dalam sebuah pernyataan.

Wakil PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, juga merespon kejadian ini dalam sebuah tweet bertuliskan “Petugas medis #BukanTarget!”

Najar (kanan) membantu teman relawan yang terluka.

Najjar diketahui pernah melakukan sebuah wawancara dengan New York Times, di mana ia membicarakan perannya sebagai petugas medis di Jalur Gaza.

“Petugas medis itu bukan hanya pekerjaan laki-laki. Itu pekerjaan perempuan juga,” katanya.

“Kami punya satu tujuan: menyelamatkan hidup dan mengevakuasi orang-orang. Dan mengirim pesan kepada dunia: Tanpa senjata, kami bisa melakukan apapun,” tambahnya.

“Kekuatan yang saya perlihatkan di hari pertama unjuk rasa [Great March of Return], saya tantang Anda untuk mencarinya di jiwa orang lain,” lanjutnya.

Di hari pemakaman Najjar, militer Israel menyatakan telah membuka investigasi tentang kejadian penembakan tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*