pemakaman 3 warga muslim asWashington DC, LiputanIslam.com — Ribuan orang menghadiri pemakaman 3 mahasiswa muslim korban penembakan keji di Chapel Hill, Karolina Utara, Kamis (13/2).

Keluarga korban menuduh pembunuhan tersebut didasarkan pada kebencian agama, sementara keluarga pelaku mengklaim pembunuhan hari Selasa (10/1) itu murni kejahatan biasa karena perselisihan tempat parkir.

Polisi kini tengah menyelidiki apakah pelaku Craig Hicks, yang menyerahkan diri setelah menembak mati Deah Shaddy Barakat, istrinya Yusor Mohammad dan adik perempuan Yusor, Razan, melakukan kejahatannya berdasarkan kebencian agama. Bila terbukti, ia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat, meski untuk pembunuhan tingkat pertama biasa pun ia terancam hukuman mati.

Seperti dilaporkan BBC, sebagian besar orang yang menghadiri pemakaman tersebut merasa pembunuhan tersebut jauh dari sekedar masalah perselisihan tempat parkir.

Kepala polisi Chapel Hill, Chris Blue, yang berbicara dalam upacara pemakaman itu mengatakan berjanji akan menyelidiki kasus ini untuk memastikan adanya unsur kejahatan kebencian.

Setelah seremoni keluarga di Raleigh, pemakaman kemudian dilakukan di lapangan athletik Universitas North Carolina, tempat ketiga korban menuntut ilmu. Polisi memperkirakan jumlah yang datang lebih dari 5.500 orang.

“Ini adalah upacara pemakaman terbesar yang pernah saya lihat,” kata Nisrin Shabin kepada BBC. “Mereka terus berdatangan, ini luar biasa,” tambahnya.

“Semua orang bertetangga, semua orang adalah keluarga di sini,” kata seorang warga Chapel Hill.

BBC News menyebutkan ketiga korban, Deah, Yusor dan Razan adalah para mahasiswa yang cerdas, aktif, penuh perhatian dan populer.

“Ini adalah kejahatan kebencian, orang-orang mengatakan hal itu. Agama para korban tidak bisa dipisahkan dari konteks kejahatan ini,” kata seorang teman korban.

“Anda harus memiliki kebencian mendalam untuk membunuh 3 orang di tempat parkir,” kata Sarah, teman korban yang lain.

Pelaku Hicks dalam akun pribadi “Facebook” menyebut dirinya sebagai seorang atheis dan berulangkali memposting status yang mengecam agama-agama. Namun istrinya, Karena, berkukuh insiden itu terjadi karena masalah perselisihan tempat parkir yang juga dialami orang-orang lain selain ketiga korban tersebut.

Media AS Dikecam
Sementara itu kantor berita Iran Press TV melaporkan kecaman publik terhadap media-media massa utama yang mengabaikan peristiwa tragis di Chapel Hill itu.

Abed Ayoub, Direktur Hukum organisasi American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC), menyebut laporan-laporan media massa AS sangat sedikit dan mengabaikan fakta adanya unsur kebencian agama.

“Tentu saja peliputan mereka akan berubaha 100% jika korban dan pelakunya dibalik,” kata Ayoub, seraya menuduh pemerintah, industri film dan para analis turut bertanggungjawab atas berkembangnya Islamophobia di AS.

“Negeri ini harus menyadari bahwa tindakan-tindakan terorisme tidak terbatas pada satu etnis dan agama saja,” kata Ayoub lagi kepada “The Independent”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL