jenasah leeSingapura, LiputanIslam.com — Ribuan orang mengabaikan hujan deras yang mengguyur untuk mengantar kepergian pemimpin Singapura Lee Kuan Yew, ke peritirahatan terakhirnya, hari Minggu (29/3).

Puluhan ribu warga Singapura itu berdiri berderet di sepanjang jalan berlangsungnya prosesi penguburan Lee yang dilakukan secara militer. Sementara puluhan kepala negara dan pemerintahan hadir dalam prosesi itu.

Mengutip keterangan pejabat pemerintah, BBC News menyebutkan sekitar 1,5 juta orang telah memberikan penghormatan terhadap jenasah Lee di seluruh Singapura, sejak ia meninggal awal minggu lalu.

Upacara dimulai jama 12.30 waktu setempat, ketika jenasah Lee dibawa dari Gedung Parlemen dengan kendaraan miltier. 21 tembakan meriam terdengar membelah udara ketika iring-iringan jenasah memasuki kawasan Tanjong Pagar, yang menjadi basis perjuangan politik Lee. Pesawat-pesawat tempur terbang di angkasa sementara 2 kapal perang melintas di Marina Bay, kawasan konservasi laut yang dipelopori oleh Lee.

Ketika jenasah meninggalkan Gedung Parlemen, ribuan orang terdengar berteriak-teriak dan menangis.

“Thank you Mr Lee”, “Goodbye”, dan “Take care” adalah beberapa teriakan yang mereka sampaikan. Sebagian warga juga berteriak, “Merdeka!”

Puluhan pemimpin internasional tampak hadir dalam upacara tersebut, di antaranya adalah mantan Presiden AS Bill Clinton, PM India Narendra Modi, Presiden Joko Widodo, PM Jepang Shinzo Abe, PM Australia Tony Abbott, Ketua Parlemen Inggris William Hague, dan PM Kamboja Hun Sen.

Perdana Menteri Singapura yang tidak lain adalah putra kandung Lee Kuan Yew, Lee Hsien Loong, dalam pidatonya mengatakan bahwa ia bersedi karena ayahnya tidak bisa mengikuti HUT ke-50 kemerdekaan Singapura tahun ini. Namun ia cukup bahagia karena Lee masih sempat melihat “perjuangannya membuahkan hasil”.

“Jika Anda ingin melihat monumennya, silakan lihat sekeliling Anda,” kata Lee.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*