Rohingya refugees

Pengungsu Rohingya, sumber foto: limpehft.blogspot.com

Rakhine, Liputanislam.com—Sekitar 4000 muslimin Rohingya di Aung Mingalar, wilayah barat Rakhine kini tinggal dalam kawasan yang dikelilingi oleh pos-pos polisi dan pemukiman masyarakat Buddha.

Penduduk Muslim Aung Mingalar mengatakan bahwa pos-pos penjagaan itu semestinya berfungsi untuk mencegah massa Buddha menyerang warga Rohingya, namun menurut laporan, ekstrimis Buddha justru dengan mudah bisa memasuki kota.

Selain itu, muslim Rohingya tak memiliki akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Ekstrimis Buddha juga memaksa pemerintah menghentikan perawatan kesehatan yang diberikan oleh Badan Medis Internasional, Doctors Without Borders, untuk kurang lebih 800.000 muslim Rohingya di wilayah Rakhine.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara semenjak Undang-Undang kewarganegaraan diberlakukan di negara itu pada tahun 1982. UU tersebut menyatakan Muslim Rohingya sebagai immigran gelap. Suasana Myanmar bagian barat memanas beberapa bulan terakhir setelah beberapa biksu dari ekstrimis Buddha, melalui khutbah-khutbah mereka, menyeru umatnya untuk menyingkirkan Muslim Rohingya yang berjumlah 90% keluar dari Rakhine. Ratusan muslim Rohingya dipercaya telah dibunuh dan 140.000 lainnya terlantar akibat serangan ekstrimis Buddha tersebut.(LiputanIslam.com/presstv/lb)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL