-Donetz, LiputanIslam.com — Ribuan massa pro-Rusia mengepung kantor Dewan Keamanan di kota industri Donetz, Ukraina, hari Sabtu malam (15/3). Mereka menuntut pembebasan gubernur mereka dan para aktifis pro-rusia yang ditahan rezim Kiev di kantor tersebut. Mereka mengancam akan menyerbu gedung dan dikabarkan pejabat keamanan setempat telah melarikan diri.

Para demonstran yang mengibarkan bendera Rusia dan meneriakkan seruan-seruan pro-Rusia itu mencoba mendobrak pintu dan memecahkan jendela-jendela, ketika aksi memanas pada Sabtu malam. Mereka juga menurunkan bendera Ukraina dan mengibarkan bendera Rusia di atas gedung.

Belum diketahui nasib gubernur Pavel Gubarev dan 70 aktifis pro-Rusian yang ditahan tersebut. Namun dikabarkan pejabat Dewan Keamanan telah pergi meninggalkan kantor tersebut diam-diam.

Awalnya para demonstran menggelar aksinya mendukung referendum di Krimea di lapangan utama kota. Namun kemudian mereka memindahkan aksinya ke gedung Dewan Keamanan tempat Gubarev dan teman-temannya ditahan oleh aparat keamanan rezim Kiev.

Dalam aksi tersebut massa demonstran juga menyerukan referendum di wilayah mereka untuk bergabung dengan Rusia.

Sebelumnya pada hari Kamis (13/3), aksi demonstrasi pro-Rusia di kota tersebut menelan nyawa 2 orang demonstran setelah anggota militan neo-nazi dan ultra nasionalis Ukraina yang anti-Rusia, melakukan penyerangan termasuk dengan menggunakan senjata api.

Menyusul tergulingnya Presiden Ukraina Victor Yanukovych tgl 21 Februari lalu, rezim baru Ukraina mengangkat gubernur baru Serhiy Taruta, seorang kongkomerat Ukraina, dan memecat serta menahan Gubernur Pavel Gubarev yang dianggap pro-Rusia. Namun karena aksi-aksi demonstrasi yang terus terjadi, Taruta tidak pernah menampakkan batang hidungnya.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*