Bahrain-protests-007Seolah tanpa mengenal lelah, aksi besar-besaran kembali digelar warga Bahrain menuntut demokrasi di negara yang

mayoritas penduduknya penganut Syiah namun dipimpin oleh penguasa feodal Sunni tersebut.

Pada hari Jumat kamarin (24/1) ribuan warga Bahrain menggelar aksi demonstrasi menuntut demokrasi di Sitra, timurlaut Bahrain. Aksi tersebut digerakkan oleh kelompok oposisi Al-Wefaq National Islamic Society dengan mengambil tema “Tuntutan Rakyat”.

Para demonstran kembali menyampaikan tuntutaannya agar pemerintah menghentikan penindasan terhadap warganya yang Syiah dan mengabaikan hak-hak mereka. Mereka juga mengecam penguasa keluarga Al Khalifa atas aksi-aksi kekerasan yang dilakukan terhadap para demonstran serta menuntut pembebasan para tahanan politik.

Sejak pertengahan Februari 2011, atau hampir bersamaan dengan maraknya gerakan Arab Springs di berbagai negara Arab, Bahrain dilanda aksi-aksi demonstrasi menuntut demokrasi dan mundurnya penguasa keluarga Al Khalifa, keluarga pendatang dari Saudi yang dijadikan penguasa boneka oleh penguasa kolonialis Inggris.

Pada tanggal 14 Maret 2011, Saudi mengirimkan tentaranya untuk membantu keluarga al Khalifa memadamkan aksi demonstrasi. Menurut berbagai laporan pasukan tersebut telah membunuh belasan demonstran dan menangkap ratusan demonstran lainnya. Di antara aksinya yang paling brutal adalah serangan terhadap rumah sakit dimana para demonstran yang terluka tengah menjalani perawatan.

Para aktifis HAM menyebutkan dalam aksi tersebut puluhan dokter dan tenaga medis ditangkap oleh aparat keamanan dan menjalani penyiksaan selama penahanan. Mereka dituduh telah membantu para demonstran melawan pemerintah.(CA/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL