demonstran pakistan2Islamabad, LiputanIslam.com — Ribuan demonstran anti-pemerintah bergerak menuju gedung parlemen setelah menerobos barikade ketat yang dibuat aparat keamanan.

Para demonstran dikabarkan menggunakan pemotong kawat dan krane untuk menerobos kawat berduri dan menyingkirkan barikade berupa kontainer yang dipasang aparat keamanan. Demikian dilaporkan BBC News, Selasa (19/8) petang.

Sejauh ini aparat keamanan tidak melakukan perlawanan untuk menghindari bentrokan berdarah.

Ribuan demonstran yang menuntut pengunduran diri PM Nawaz Sharif itu juga telah menduduki 2 jalan layang di
ibukota Islamabad.

Aksi demonstrasi tersebut dipimpin oleh 2 tokoh oposisi terkemuka Pakistan saat ini, yaitu mantan pemain kriket yang menjadi politisi Imran Khan serta ulama sekaligus politisi Muhammad Tahirul Qadri.

Kedua pemimpin oposisi tersebut bergerak dari basis pendukung mereka di Lahore pada hari Jumat (15/8). Puluhan ribu pendukung mereka menyertai keduanya dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan, menuju Islamabad yang berjarak 250 km.

Sejak mengalami kekalahan dalam pemilu tahun lalu, Khan menuduh Nawaz Sharif dan partainya telah melakukan kecurangan dalam pemilu dan menuntut Sharif untuk mundur dari jabatannya.

Sementara Qadri yang sebelumnya tinggal di Kanada, bulan Juni lalu kembali ke Pakistan untuk memimpin gerakan menuntut penguduran diri Sharif karena dianggap gagal memimpin Pakistan.

Di sisi lain Sharif menuduh para demonstran tengah berusaha menghancurkan demokrasi. Sharif telah menawarkan dialog dengan demonstran, namun ditolak.

Ribuan polisi telah dikerahkan di sekitar gedung parlemen dan kantor-kantor pemerintahan di sekitarnya. Mereka dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara namun tanpa senjata api.

Sejauh ini pemerintah telah menghindari kerusuhan dengan mengijinkan mereka melakukan aksi demonstrasi di Islamabad dan mendirikan kemah-kemah di kawasan yang mereka inginkan. Namun kedatangan mereka di kawasan terlarang (red zone) dimana kantor-kantor pemerintah dan perwakilan negara-negara asing berada, dipastikan tidak akan ditolerir oleh aparat keamanan, dan bentrokan berdarah kemungkinan tidak akan terhindarkan lagi.

Pada hari Selasa (19/8) Mendagri Chaudhry Nisar mengatakan: “Pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan keamanan kawasan terlarang kepada militer.”

Sebagian pengamat menganggap pernyataan tersebut mengindikasikan pemerintah telah mendapatkan kembali dukungan militer yang dalam beberapa waktu terakhir kurang akrab dengan pemerintah. Para analis sebelumnya bahkan memperkirakan militer diam-diam telah memberikan dukungan kepada oposisi, terutama Muhammad Qadri.

Pada hari Senin (1/8) partai PTI yang dipimpin Imran Khan, menyatakan menarik wakilnya di parlemen. Pakistan Tehreek-i-Insaaf (PTI) memiliki 34 kursi di parlemen yang berisi 342 kursi, menjadikannya sebagai partai oposisi terbesar kedua di Pakistan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL