Gaza, LiputanIslam.com—Rezim Israel dilaporkan telah menurunkan suplai listrik ke Jalur Gaza dan memperburuk situasi kekurangan listrik di kawasan pendudukan tersebut.

Menurut laporan dari media Israel pada pada Senin (12/7/17), keputusan ini dibuat oleh kabinet keamanan Israel pada hari Sabtu lalu.

Listrik merupakan kebutuhan yang sulit didapatkan di Gaza yang merupakan kawasan berudara panas.

Penduduk Gaza hanya menerima 3 atau 4 jam aliran listrik perharinya.

Mereka yang memiliki dana lebih dapat menggunakan generator untuk menerangi rumah-rumah atau tempat kerja mereka.

International Committee of the Red Cross (ICRC) baru-baru ini memperingatkan krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza akibat kurangnya aliran listrik.

Pengurangan suplai ini juga telah menarik banyak protes dan perlawanan terhadap penjajahan rezim Tel Aviv.

Jalur Gaza telah berada di bawah kekuasaan Israel sejak Juni 2007. Blokade kawasan ini menyebabkan menurunnya kualitas hidup dan meningkatnya pengangguran dan kemiskinan bagi rakyat. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL