Yerusalem, LiputanIslam.com—Menteri Hubungan Agama Palestina, Mahmoud al-Habbash, menyebut restriksi Israel atas masjid al-Aqsa mirip dengan inkuisisi yang dilakukan Nazi kepada orang Yahudi.

Dalam wawancara dengan Palestine TV, Habbash mengkritik Israel karena membatasi akses warga Palestina ke masjid al-Aqsa, masjid ketiga paling suci bagi umat Muslim setelah Masjid al-Haram di Mekkah dan Masjid al-Nabawi di Medina.

“Terdapat penghalang jalan, restriksi, penutupan gerbang, dan restriksi berdasarkan umur… Orang-orang di bawah 40 tahun tidak diizinkan beribadah [di masjid al-Aqsa],” katanya.

“Ya Tuhan! Zaman apa yang kita hadapi sekarang ini?” tanyanya. “Apakah ini zaman Inkuisisi? Apakah mereka mencoba melakukan apa yang dilakukan kepada mereka di ghetto [kampung terpencil khusus Yahudi], di pengadilan-pengadilan Inkuisisi, atau pengadilan Nazi?”

Habbash kemudian menyebut “Inkuisisi Zionis Israel” di Masjid al-Aqsa ditujukan untuk “menghancurkan martabat manusia, martabat kepercayaan religius dan keimanan menusia kepada Tuhan.”

Pada Juli tahun lalu, terjadi penembakan mematikan di dekat kawasan Masjid al-Aqsa. Israel pun kemudian memasang detektor metal dan kamera pengawas di gerbang masuk masjid tersebut untuk para jamaat Palestina. Langkah ini mendapat kecaman dari seluruh dunia, karena dianggap sebagai langkah rezim Israel untuk memperluas kontrol atas situs suci tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*