Sumber: okezone.com

Bandung, LiputanIslam.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menanggapi dengan cepat fenomena crosshijaber yang meresahkan masyarakat. Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana menegaskan bahwa fenomena pria berpakaian perempuan lengkap dengan jilbab dan cadar itu merupakan perilaku menyimpang dan harus dicegah.

“Kami akan berupaya mencegahnya dengan meminta dinas terkait untuk mengedukasi mereka,” katanya di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (16/10).

Menurut Yana, terkait fenomena crosshijaber itu maka pihaknya akan meningkatkan pengawasan di tempat-tempat ibadah dan fasilitas umum. Sebab, banyak dari pelaku tersebut yang masuk barisan perempuan saat ibadah, bahkan sampai ikut menggunakan toilet wanita.

Sementara Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Akhyar meminta para pengurus masjid agar ikut waspada dan mengawasi masjidnya masing-masing dari para pelaku crosshijaber. “Ini fenomena yang patut dicurigai, karena itu pengurus masjid, terutama penyelenggara kegiatan harus waspada,” ujarnya.

Baca: MUI-Muhammadiyah Dorong Polisi Usut Kasus Crosshijaber

Ia juga menambahkan, jika menemukan crosshijaber bila perlu diberikan tindakan tegas sebagai efek jera. “Kalau bisa ditangkap dulu, ditangkap kemudian supaya diketahui kalau perlu dibuka itu hijabnya. Supaya benar-benar ketahuan dan telusuri apa motivasinya,” tandasnya. (aw/inwes/ayobandung).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*