Sanaa,_Yemen_viewSana’a, LiputanIslam.com — Pemerintah Yaman dan kelompok-kelompok politik utama akhirnya sepakat untuk mengajukan rencana pembentukan negara federasi, hari Senin (10/2). Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari kelompok-kelompok politik pendukung pemisahan Yaman Selatan maupun kelompok Syiah Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman Utara.

Dalam rencana tersebut ditetapkan Yaman akan dibagi menjadi 6 negara bagian (region). Dari ke-enam negara bagian tersebut 4 negara bagian di utara, yaitu Azal, Saba, Janad dan Tahama, serta 2 negara bagian di wilayah selatan, yaitu Aden dan Hadramaut.

Kelompok-kelompok pemisahan Yaman Selatan menganggap pembagian wilayah tersebut tidak adil (4 di utara dan 2 di selatan). Mereka yang selama ini merasa dimarginalkan oleh pemerintahan pusat di Sana’a, menuntut otonomi penuh atau kemerdekaan dari pemerintah pusat.

Sementara itu kelompok Syiah Houthi juga keberatan dengan rencana tersebut.

“Kami menolaknya karena akan membagi Yaman menjadi kawasan kaya dan kawasan miskin,” kata Mohammed al-Bakheiti dari kelompok Houthi Ansarullah, Selasa (11/2).

Dalam rencana tersebut, Provinsi Sa’ada yang merupakan basis utama pendukung kelompok Syiah Houthi, akan digabungkan ke dalam negara bagian Azal yang tidak memiliki kekayaan alam signifikan dan akses ke laut.

Sama seperti kelompok-kelompok pemisahan Yaman Selatan, kaum Syiah yang banyak terdapat di bagian utara negeri juga merasa termarginalkan oleh pemerintah pusat.

Kepastian ditetapkannya Yaman sebagai negara federasi, termasuk konstitusi barunya, akan ditentukan melalui referendum yang akan digelar kurang dari setahun mendatang.

Rencana pembentukan negara federal tersebut digagas oleh Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi akhir Januari lalu  dengan membentuk sebuah panitia khusus yang ditugaskan untuk merancang sistem politik yang bisa menyatukan pandangan antara wilayah utara dan selatan, terutama setelah tumbangnya pemerintahan otoriter Presiden Ali Abdullah Saleh tahun 2012 lalu. Pembentukan panitia tersebut menyusul berakhirnya dialog nasional kelompok-kelompok politik di Yaman bulan lalu.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL