Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengungkapkan keinginannya untuk menggelar parade militer besar-besaran di hari kemerdekaan Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli nanti. Namun, rencana ini mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak, termasuk para pejabat AS.

Pasalnya, parade militer dapat menghabiskan jutaan dollar, di saat banyaknya masalah sosial di antara warga Amerika sendiri yang masih belum diselesaikan pemerintah.

“Sebuah parade militer di [Washington] DC akan menutup [jalanan] ibu kota dan menghabiskan uang pembayar pajak hanya untuk memuaskan ego Trump,” kata seorang pejabat asal Columbia, Eleanor Holmes Norton.

Selain itu, senator asal partai Republik, Lindsey Graham, mengatakan bahwa dia mendukung militer negaranya namun bukan persenjataannya.

“Saya pikir sebuah parade yang menampilkan militer dan pengorbanan mereka atas negara ini akan layak dilakukan, karena itu satu cara yang menyampaikan rasa terima kasih, namun saya tidak tertarik dengan penampilan alat-alat militer…,” ucap Graham kepada wartawan.

AS terakhir kali menggelar parade militer pada 1991, di mana tank-tank dan ribuan tentara pawai di Washington untuk merayakan pengusiran tentara Irak dari Kuwait dalam masa pemerintahan diktator Irak, Saddam Hussein.

Parade itu diketahui menghabiskan dana sekitar $12 juta. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*