Foto: Press Tv

Foto: Press Tv

Tepi Barat, LiputanIslam.com — Usai gencatan senjata dengan Hamas, kini Israel berencana untuk mengangkakangi ratusan hektar tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Media Israel melaporkan bahwa rencana ini merupakan bagian dari proyek perluasan pemukiman Rezim Tel Aviv.

Dari  laporan Press TV, 31 Agustus 2014, sumber militer Israel juga menyatakan bahwa sekitar 400 hektar lahan di pemukiman Gevaot di selatan kota Bethlehem dinyatakan sebagai tanah milik  Israel. (Baca juga: Rekonstruksi Gaza Butuh Waktu 20 Tahun)

Sementara itu, Dewan Israel di bidang permukiman telah menyambut baik rencana tersebut. Menurut Dewan, rencana itu adalah harapan baru yang akan membuka jalan bagi perluasan permukiman Gevadot, sekaligus jalan untuk membuat kota baru.

Peace Now, salah satu LSM Israel, menyatakan bahwa rencana tersebut telah pernah dilakukan pada tahun 80-an. Sedangkan B’Tselem, LSM Israel lainnya juga melaporkan bahwa rezim Tel Aviv telah menyita puluhan ribu hektar tanah dari warga Palestina di Tepi Barat sejak tahun 1967 untuk membangun lebih dari 200 pemukiman. (Baca juga:  Politisi Inggris Pro-Palestina Luka-Luka Diserang)

Masyarakat internasional menganggap semua permukiman Israel yang dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki merupakan tindakan ilegal. Berbagai kecaman telah datang dari dunia internasional, dan Israel dianggap sebagai pihak yang menghambat perundingan damai Palestina Israel. (Baca juga:  Tel Aviv Bantah Klaim Bahwa PM Israel Setujui Pendirian Negara Palestina)

Lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di ratusan pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina. Israel telah menduduki  wilayah Tepi Barat dan Timur Al-Quds dalam Perang Enam Hari tahun 1967, namun langkah itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (ph)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL