foto: alarabiya.net

foto: alarabiya.net

Riyadh, LiputanIslam.com–Misfer (17), remaja asal Arab Saudi, awalnya terkesima oleh orasi-orasi para tokoh agama di negaranya yang menyerukan jihad ke Suriah, melalui media-media online. Narasi yang disampaikan oleh para agamawan Saudi itu adalah bahwa kaum Sunni dibantai oleh rezim Syiah Bashar al-Assad. Mereka menyatakan bahwa jihad ke Suriah adalah wajib. Misfer pun merasa terpanggil untuk berjihad ke Suriah.

Awal tahun 2014, Misfer pun berangkat ke Suriah.  Namun yang ditemukannya di Suriah, ternyata jauh berbeda dari yang dibayangkannya. Misfer pun kembali ke Arab Saudi dan mencurahkan unek-uneknya dalam sebuah acara bincang-bincang di sebuah stasiun televisi Saudi. Acara bertajuk “Al-Thamina ma Dawood” itu dipandu pembawa acara terkenal, Dawood al-Shirian.

“Saya pergi ke Suriah setelah menjelajahi internet dan menemukan beberapa orang menggunakan pernyataan Sheikh Arour terkait perang di Suriah. Pernyataan itu sangat memengaruhi saya dan membuat saya memutuskan untuk pergi ke Suriah,” ujar Misfer.

Tanpa persetujuan kedua orangtuanya, Misfer mengatakan, dia memesan tiket penerbangan dari Jeddah menuju Antakya, Turki. Dari sana, dia membayar sejumlah uang untuk melintasi perbatasan Turki-Suriah di Latakia.

Di Suriah, Misfer kemudian bergabung dengan sejumlah pejuang Saudi yang sudah terlebih dahulu berada di Suriah. Di Suriah, Misfer bertugas untuk membantu para pejuang yang terluka.

Namun, setelah beberapa bulan berada di Suriah, ternyata kenyataan yang dilihatnya jauh berbeda dengan yang dibayangkannya selama ini.

“Semua seruan berjihad di Suriah adalah bohong. Para pemberontak minum alkohol dan bermain perempuan. Para pejuang front Al-Nusra juga tak jauh berbeda,” kata remaja itu.

Melihat kenyataan itu, Misfer memutuskan untuk pulang ke Arab Saudi, tetapi khawatir akan hukuman yang menanti di tanah kelahirannya itu.

“Banyak warga Saudi (di Suriah) ingin pulang, tetapi mereka khawatir akan disiksa aparat keamanan Saudi. Saya nyaris memercayai hal itu sehingga saya terkejut saat tim medis menyambut saya di bandara dan membawa saya ke sebuah hotel,” kenang Misfer.

Pada awal Januari, Dawood al-Shirian mewawancarai ibunda Misfer. Dalam wawancara itu, sang ibu menangis dan mengatakan bahwa seseorang memaksa Misfer untuk bergabung dengan para pejuang radikal di Suriah.

Dalam acara itu, Dawood al-Shirian mengecam sejumlah tokoh agama yang menggunakan media sosial untuk merekrut para pemuda Saudi berperang di Suriah.

Namun, wawancara dengan ibunda Misfer itu membuat sejumlah tokoh agama di Saudi berang. Syeikh Al Arifi, salah seorang ulama Saudi, menuduh wawancara itu dilakukan untuk merendahkan citra para ulama. Arifi adalah ulama Saudi yang getol menyerukan jihad ke Suriah(dw/kompas/al arabiya)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL