prisonYerusalem, LiputanIslam.com–Para remaja Palestina di penjara Israel mengaku telah mengalami berbagai macam penyiksaan, termasuk penyiksaan fisik dan psikis oleh tentara Israel selama masa penahanan dan interogasi. Demikian laporan dari sebuah lembaga HAM Palestina.

Hiba Masalha, seorang pengacara dari Komite Tahanan Palestina (PCPA) merilis laporan itu pada Sabtu (20/08/16) berdasarkan testimoni dari sejumlah ramaja Palestina di penjara Israel.

Laporan tersebut berisi pengakuan dari Muhammad Abdul-Hafith Atiyeh (15) yang ditahan pada tanggal 19 April setelah  sejumlah tentara Israel menyerang rumah keluarganya di Issawiya, Yerusalem timur.

“Setelah tentara Israel memborgol tanganku dan membawaku keluar rumah, mereka memukulku dengan tengan dan senapan mereka. Mereka memukul kepala, penggung, dan perutku,” kata Atiyeh.

Atiyeh menambahkan, ia dimasukkan ke dalam jeep militer dengan kepala dibotaki dan duduk diapit dua tentara Israel. “Mereka menamparku setiap kali aku bergerak.”

Atiyeh kemudian dibawa ke pusat penahanan di Yerusalem, di mana ia dipaksa berlutut dengan tangan diborgol di belakang selama 10 jam.

Muhammad Arafat Ubeidat, remaja lain dari distrik Jabel Mukaber mengaku ia ditahan dalam penyerangan pada tanggal 19 Mei. Tentara Israel menginterogasinya dengan tangan kaki terikat ke kursi. Ubeidat ditahan selama 14 hari, dan menjalani 17 sesi interogasi.

PCPA melaporkan, tentara Israel telah menahan 560 anak di bawah umur di Yerusalem timur sepanjang tahun ini. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL