London, LiputanIslam.com–Seorang remaja putri Inggris yang meninggalkan negerinya untuk bergabung dengan ISIS telah melahirkan. Berita ini disampaikan pengacara keluarganya, Minggu (17/2). Pada tahun 2015, remaja bernama Shamima Begum itu kabur ke Suriah  bersama dua teman perempuannya. Usianya saat itu baru 15 tahun. Kini Begum berada di kamp pengungsian dan meminta untuk diizinkan kembali ke Inggris.

 

Pengacara keluarga Begum, Mohammed Akunjee, mengatakan bahwa Begum, sekarang berusia 19 tahun, telah melahirkan seorang anak laki-laki dan bahwa keduanya diyakini berada dalam “kesehatan yang baik.”

Keinginan Begum untuk kembali telah memunculkan perdebatan, terutama karena Begum tidak menunjukkan penyesalan.

Berbicara kepada Sky News dari kamp dan beberapa jam setelah melahirkan, Begum mengatakan dia tahu tentang pemenggalan kepala dan kebrutalan lainnya yang dilakukan ISIS sebelum dia pergi untuk bergabung dengan grup.

Menurutnya, “Ya saya tahu tentang hal-hal itu dan saya baik-baik saja dengan itu. Saya mulai menjadi religius tepat sebelum saya pergi. Dari apa yang saya dengar, secara Islam itu diperbolehkan, jadi saya baik-baik saja,” kata Begum kepada Sky News.

Namun menurut Begum, dia hanya seorang ibu rumah tangga selama di Suriah, “Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang berbahaya, saya tidak pernah membuat propaganda, saya tidak pernah mendorong orang untuk datang ke Suriah,” katanya.

Begum juga menegaskan bahwa dia tidak menyesal, “…tapi saya tidak menyesal karena itu mengubah saya sebagai pribadi, itu membuat saya lebih kuat, lebih tangguh. Saya menikah dengan suami saya, saya tidak akan menemukan seseorang seperti dia di Inggris, saya punya anak-anak.”

Pada 13 Februari lalu, Begum diberitakan luas oleh media Inggris The Times ketika dia ditemukan di sebuah kamp pengungsi di Suriah utara. Koran itu mengungkapkan dia hamil sembilan bulan dan dia ingin pulang untuk memiliki anak. Dia mengatakan dia memiliki dua anak lain selama waktunya di Suriah, yang meninggal saat masih bayi karena kekurangan gizi dan penyakit.

Begum mengatakan dia tidak menyesal bepergian ke Suriah, tetapi mengatakan kepada surat kabar itu bahwa “kekhalifahan telah berakhir.”

“Mereka semakin kecil dan semakin kecil dan ada begitu banyak penindasan dan korupsi yang terjadi sehingga saya tidak berpikir mereka pantas menang,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, mengatakan dia “tidak akan ragu” untuk mencegah kembalinya mereka yang telah bergabung dengan organisasi teror seperti ISIS.

“Pesan saya jelas: jika Anda telah mendukung organisasi teroris di luar negeri saya tidak akan ragu untuk mencegah Anda kembali,” katanya.(ra/cnn.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*