setia hingga akhirJakarta, LiputanIslam.com — Merebaknya tudingan miring yang dialamatkan kepada relawan Jokowi-JK, membuat  Boni Hargens, juru bicara 88 delegasi dari 15 kelompok relawan gerah. Ia menduga adanya keterlibatan politisi kotor dalam pemberitaan miring terkait kehadiran mereka ke kantor Tim Transisi pada Senin, 25 Agustus 2014.

“Pemberitaan tersebut adalah manipulasi serius yang dalam temuan kami sampai saat ini, ada hubungannya dengan politisi kotor yang masih berambisi menjadi menteri,” ujar Boni, seperti dilansir Beritasatu.

Menurutnya, pembelokan berita ini secara sengaja dilakukan pihak tertentu untuk menjauhkan para relawan dan Jokowi-JK. Jika relawan jauh dari Jokowi-JK, lanjut Boni, oknum koruptor ini dapat dengan bebas menjadi menteri.

“Kami akan tetap tegaskan niat baik kami menjaga misi baik pemerintahan Jokowi-JK dan akan mengawasi koruptor-koruptor yang mau menjebak Jokowi-JK,” tandas pengamat politik Universitas Indonesia (UI) ini.

Boni kembali mengklarifikasi bahwa kedatangan 88 delegasi relawan ke kantor Tim Transisi merupakan sebuah silahturahmi.

“Dialog untuk mengklarifikasi nama-nama relawan yang diminta pak Jokowi membantu rumah Transisi. Tujuannya untuk mengawal niat baik pak Jokowi,” katanya.

Apa yang diungkapkan Boni, senanda dengan pernyataan Utje Gustaaf Patty, relawan dari Forum Aktivis 77-78.  Menurut dia, tak adil jika menjustifikasi sikap relawan hanya berdasarkan judul pemberitaan media masa.

Tak elok menjustifikasi sikap relawan Jokowi saat datang ke Rumah Transisi hanya dari judul berita di media massa,” tulisnya di Facebook.

Menurut dia, belum pernah terdengar ada elemen relawan yang meminta pekerjaan atau jatah dari Rumah Transisi. Justru yang meminta relawan untuk terlibat dalam Rumah Transisi adalah Jokowi sendiri. “Itu sebabnya Pak Jokowi minta elemen-elemen relawan tidak membubarkan diri. Dan yang mengundang relawan untuk datang dalam pertemuan kemarin adalah Andi Wijayanto,” jelasnya.

Disana perwakilan elemen relawan ditemui diluar oleh Andi Wijayanto,  yang lantas menjanjikan pertemuan pada hari Rabu mendatang.  “Relawan tidak memaksa masuk kedalam dan konferensi pers dilakukan diluar gerbang. Apakah sikap relawan itu berlebihan?” Tanya dia.

Utje menegaskan, bahwa 15 Elemen Relawan Jokowi tidak meminta pekerjaan atau jatah dari Rumah Transisi, tidak juga meminta peran atau balas jasa dari Jokowi. Sebaliknya, Jokowi sendiri yang meminta elemen relawan mengirimkan relawan untuk mengisi pos di Pokja Rumah Transisi. Perwakilan dari 88 relawan yang berasal dari 15 elemen relawan Jokowi datang ke Rumah Transisi adalah untuk menanyakan mekanisme kerja Pokja.

“Rumah Transisi adalah gerbang pertama menuju pemerintahan Jokowi-JK. Pak Jokowi minta relawan masuk ke Pokja Rumah Transisi karena Pak Jokowi mau sejak awal tidak tersandung politik transaksional,” terang dia.

Utje membantah adanya kabar anggapan bahwa relawan meminta balas jasa. “Dalam konteks hubungan Pak Jokowi dengan relawannya, disini malah Pak Jokowi meminta pertanggung-jawaban relawannya untuk mengawal persiapan dan program kerja kepresidenannya sebagai konsekwensi atas sikap relawan yang memaksa pak Jokowi menjadi presiden,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar masif berita bahwa relawan pendukung pencalonan Jokowi-JK mendatangi Rumah Transisi. Mereka diberitakan menagih janji untuk melibatkan simpul-simpul relawan di Rumah Transisi tersebut. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL