erdogan bilalAnkara, LiputanIslam.com — Rekaman pembicaraan antara perdana menteri Turki Tayyep Erdogan dengan putranya Bilal, menggemparkan Turki, karena mengindikasikan keduanya terlibat dalam praktik korupsi.

Dalam rekaman yang beredar luas di dunia maya tersebut terdengar pembicaraan yang menunjukkan Erdogan memerintahkan putranya untuk menyembunyikan uang yang disimpan di sejumlah rumah mereka yang jumlahnya mencapai 30 juta euro ($41 juta).

“Ada lebih dari 30 juta euro,” kata Bilal dalam rekaman tersebut.

Rekaman yang keasliannya masih belum dibuktikan tersebut disebut-sebut menunjukkan pembicaraan antara Erdogan dan Bilal terjadi tgl 17 Desember 2013 atau ketika polisi dan jaksa melakukan penangkapan massal atas kroni-kroni Erdogan karena dugaan korupsi.

Bilal sendiri disebut-sebut  terkait erat dengan kasus tersebut. Namun jaksa yang sempat mengumumkan keterlibatan Bilal, langsung dipecat dari jabatannya.

Atas beredarnya rekaman tersebut, Erdogan menyebutnya sebagai “kepalsuan” dan “serangan pengkhianat terhadap perdana menteri dan Republik Turki”. Ia juga mengancam akan menindak tegas pelaku pembocoran.

Namun kubu oposisi menganggap serius rekaman percakapan tersebut hingga menuntut Erdogan untuk mengundurkan diri.

“Adalah tidak bisa diterima bahwa seseorang yang berada di tengah-tengah hubungan-hubungan kotor ini memimpin Turki. Pemerintahan ini telah kehilangan legitimasinya,” kata jubir partai oposisi utama Republican People’s Party (CHP), Haluk Koc, kepada media massa, Selasa (25/2).

“Kini kita memahami lebih jauh atas upaya-upaya luarbiasa untuk membuat rancangan hukum untuk mengaburkan tuduhan korupsi itu. Mereka ingin menutupi kotoran mereka. Perdana menteri ingin mencegah aparat penegak hukum menjangkaunya,” tambahnya merujuk pada beberapa langkah politik yang dilakukan Erdogan untuk menguasai lembaga penyidikan yang sebelumnya independen, yaitu dengan UU baru yang menempatkan lembaga penyidikan di bawah kementrian hukum.

Tuntutan serupa juga diserukan oleh Nationalist Movement Party (MHP), yang menyebutkan rekaman tersebut sebagai “menggemparkan”.

“Jika rekaman itu benar dan tidak ada yang ditambah-tambahi, maka tidak mungkin lagi untuk (Erdogan) berbicara tentang kredibilitas, humanitas, dan lebih buruk lagi moralitas orang yang menjadi perdana menteri,” kata pemimpin MHP Devlet Bahceli, dalam pernyataan tertulisnya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL