Sana’a, LiputanIslam.com–Dalam perang Yaman yang disebut-sebut sebagai “krisis kemanusiaan terbesar di dunia”, Komite Internasional Red Cross (ICRC) mengumumkan pada Jumat (29/9/17) bahwa akan ada setidaknya 1 juta kasus kolera yang menjangkiti rakyat Yaman pada akhir tahun ini.

Menurut kepala delegasi ICRC Yaman, Alexandre Faite, wabah kolera yang tinggi di Yaman  disebabkan oleh destruksi infrastruktur sipil.

Yaman telah dihancurkan dengan blokade dan pengeboman secara simultan oleh koalisi Arab Saudi yang disokong oleh pemerintah Barat termasuk AS dan Inggris.

Berdasarkan laporan yang diberikan Faite, terdapat sekitar 750.000 kasus kolera sejauh ini di Yaman, dan setidaknya 2.119 orang tewas karena wabah ini yang menyebar karena  tertutupnya akses air bersih dan fasilitas kesehatan.

Angka tersebut membuat kasus seperti ini menjadi yang “paling buruk sepanjang sejarah,” kata seorang wakil  Red Cross.

Kasus kelaparan juga menjadi masalah terbesar di Yaman, di mana terdapat sebanyak 7,3 juta warga yang berada dalam kondisi kritis.  Demikian laporan dari Kate Gilmore, wakil komisaris tinggi untuk HAM PBB.

PBB dalam laporan lainnya menyebutkan bahwa setidaknya ada 10.000 jiwa yang tewas akibat dari upaya koalisi Saudi dalam memulihkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Riyadh, dan untuk melemahkan milisi  Ansarullah (Houthi).  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL