Libya-oil-tankerTripoli, LiputanIslam.com — Pemerintah Libya akhirnya mengirimkan pasukannya untuk menghentikan penjualan minyak oleh kelompok militan di Libya timur. Kapal-kapal boat pasukan pemerintah kini mengepung kapal tanker Korea Utara “Morning Glory” di pelabuhan kota Es Sider yang hendak bertolak membawa minyak mentah senilai $36 juta yang dijual kelompok militan tanpa seijin pemerintah pusat.

Menteri Budaya Libya Amin al-Habib, pada hari Minggu (9/3) mengancam akan membuat kapal berbobot 37.000 ton itu menjadi “serpihan logam” jika mencoba pergi dengan minyak mentah Libya di dalam perutnya.

“Kini pergerakan kapal tanker berada di bawah kontrol sepenuhnya dan tidak ada yang bisa menggerakkan kapal itu,” kata al-Amin setelah militer Libya mengepung kapal tersebut hari ini (10/3).

“Semua upaya telah dilakukan untuk menghentikan dan menguasai kapal tanker itu, jika perlu dengan serangan militer, jika kapal itu tidak mengikuti perintah,” tambahnya.

Perdana Menteri Ali Zeidan juga telah mengeluarkan ancaman militer terhadap kapal tersebut sebelumnya.

Di sisi lain Abd-Rabbo al-Barassi, pimpinan kelompok militan yang  membangkang di Libya, sebelumnya juga telah mengeluarkan ancaman balik. Ia menyebut langkah militer pemerintah sebagai “deklarasi perang”.

Kapal tanker Korut tersebut mulai melakukan pengisian minyak mentah di pelabuhan Es Sider pada hari Sabtu, meski pemerintah telah mengeluarkan ancaman akan membom kapal tersebut.

Pemerintah di Tripoli telah dipusingkan dengan aksi-aksi protes di pelabuhan-pelabuhan dan ladang-ladang minyak di penjuru negeri yang mengakibatkan produksi minyak negara mengalami penurunan total.

Sejak tergulingnya pemerintahan Moammaf Khadaffi tahun 2011, pemerintah Libya harus menghadapi kelompok-kelompok militan pembangkang, yang tadinya turut berperan dalam penggulingan Khadaffi. Sejak Agustus 2013, kelompok-kelompok militan pembangkang juga telah merebut 3 pelabuhan utama di Libya.

Masalah semakin rumit setelah sisa-sisa pendukung rezim Khadaffi kini mulai bangkit dan mengadakan pemberontakan dengan mendapat dukungan luas masyarakat, terutama di Libya Selatan.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*