yahudi usirGuatemala City, LiputanIslam.com — Sebanyak 230 warga yahudi diusir pergi dari sebuah desa di barat Guatemala,  setelah terjadi perselisihan sengit dengan warga asli setempat.

Orang-orang yahudi itu adalah anggota sekte Lev Tahor, diusir dari desa San Juan La Laguna setelah terjadi perdebatan dengan para tetua desa yang penduduknya adalah warga keturunan suku Indian Maya. Demikian laporan BBC News, Sabtu (30/9).

Para tetua desa itu menuduh warga yahudi, yang datang ke desa mereka 6 tahun yang lalu, telah mengucilkan warga setempat dan memaksakan keyakinan serta adat istiadat mereka kepada warga asli.

Dalam beberapa hari terakhir, warga yahudi itu telah mengemasi barang-barang mereka sebagai persiapan meninggalkan desa yang terletak 150 km sebelah barat ibukota Guatemala City itu.

“Kami adalah masyarakt cinta damai, demi menghindari insiden kami mulai meninggalkan tempat ini,” kata salah seorang warga yahudi, Misael Santos, kepada AFP.

“Kami berhak tinggal di sini, namun mereka mengancam akan akan membunuh kami jika tidak pergi,” tambahnya.

Kini orang-orang yahudi itu hanya bisa berharap menemukan tempat lain untuk tinggal di Guatemala.

Anggota-anggota sekte yahudi Lev Tahor itu juga menyebutkan bahwa mereka mendapat ancaman penutusan aliran air dan listrik.

Sementara itu para tetua desa menuduh warga yahudi telah memaksakan keyakinan mereka kepada penduduk setempat yang umumnya beragama Katholik.

“Kami bertindak untuk mempertahankan diri dan untuk membela hak-hak kami sebagai warga asli. Konstitusi kami melindungi kami karena kami ingin menjaga budaya kami,” kata Miguel Vasquez, salah seorang tetua desa.

Sebagian anggota sekte yahudi itu telah tinggal selama 6 tahun. Sebagian lainnya datang menyusul beberapa tahun kemudian. Mereka datang dari Kanada setelah diusir oleh otoritas setempat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL