anti imigranSan Diego, LiputanIslam.com — Ratusan warga Kalifornia, AS, memblokir konvoi imigran gelap yang hendak diproses di pos perbatasan Murrieta, 60 km utara kota San Diego, Rabu (2/7).

Kedatangan 140 imigran dari Amerika Tengah itu sebelumnya telah diprotes keras oleh walikota Murrieta, Alan Long, yang menyebut kedatangan mereka sebagai ancaman bagi kotanya. Demikian laporan Russia Today, Selasa (2/7)

Polisi yang mengawal imigran gelap yang diangkut dalam 2 bus besar itu tidak mencoba menerobos blokade warga. Sebaliknya, mereka mengalihkan rutenya melalui kota lain. Warga mengatakan konvoi rombongan imigran gelap itu mengalihkan rutenya ke Chula Vista di San Diego.

Para demonstran membawa spanduk bertuliskan: “Kembali ke asalmu!” dan “Imigran gelap untuk Gedung Putih!”

Insiden pemblokiran itu berlangsung selama hampir satu jam sebelum akhirnya konvoi mengalihkan rutenya.

Insiden di Murrieta menarik perhatian publik AS tentang masalah masuknya imigran gelap ke negeri mereka, terutama di wilayah-wilayah perbatasan, yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.

Berbeda dengan imigran gelap asal Mexico yang biasanya langsung dideportasi, imigran gelap asal Amerika Tengah memerlukan proses yang cukup panjang sebelum dideportasi. Apalagi jika imigran itu adalah anak-anak dan wanita.

Departemen Kesehatan dan Sosial AS baru-baru ini membangun fasilitas-fasilitas penampungan dan perawatan kepada imigran-imigran itu.

Sekitar 500.000 imigran gelap anak-anak diperkirakan masuk ke Amerika dalam setahun terakhir ini. Sementara program penangangan yang disediakan hanya bisa menampung 8.000 anak-anak setahun.

Beberapa fasilitas penampungan imigran gelap telah dibangun di Nogales, Arizona untuk menampung imigran gelap yang datang dari Texas selatan. Fasilitas lainnya terdapat di El Centro, California.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL