demo anti perkosaan indiaKolkata, LiputanIslam.com — Ratusan warga India menggelar aksi protes atas aksi pemerkosaan massal terhadap seorang biarawati tua di negara bagian Bengal Barat.

Sepuluh orang telah ditahan terkait dengan peristiwa memilukan yang terjadi hari Sabtu (14/3). Namun enam orang yang tertangkap kamera CCTV tidak termasuk di antara mereka. Demikian BBC News melaporkan, Senin petang (16/3). Biarawati berumur 74 tahun itu kini dirawat di rumah sakit di Kolkata (Kalkuta).

Para peserta aksi demonstradi di Kolkata itu sangat beragam, mulai dari pelajar sekolah hingga orang-orang tua. Sebagian dari mereka membawa spanduk bertuliskan: “Selamatkan wanita!” dan “Selamatkan India!”.

Aksi-aksi yang sama dikabarkan juga berlangsung di berbagai kota lain di India.

Reporter BBC melaporkan dari Kolkata menyebutkan bahwa aksi tersebut dan sejumlah aksi penyerangan terhadap sejumlah gereja lainnya akhir-akhir ini telah membuat warga Kristen India merasa terancam. Bahkan meski belum ada kejelasan apakah aksi tersebut bermotif sektarian.

Sejak terpilihnya pemimpin partai hindu militan BJP, Narendra Modi sebagai perdana menteri India tahun lalu, sejumlah insiden bersifat sektarian telah berjadi di India dengan korbannya adalah kaum minoritas, terutama Muslim dan penganut Kristen.

Dalam aksi hari Sabtu itu, sekelompok orang merangsek ke dalam sekolah biarawati Convent of Jesus and Mary di  Ranaghat dan melakukan penjarahan, sebelum akhirnya memperkosa seorang biarawati tua.

Kepala pemerintahan Bengal Barat Mamata Banerjee telah berjanji akan menyeret para pelaku itu ke penjara. Kepolisian khusus CID, telah mengambil alih kasus itu dari kepolisian lokal. Polisi telah merilis gambar pelaku dan menjanjikan hadiah bagi pemberi informasi.

Uskup Agung Kolkata Thomas D’Souza dalam pernyataannya tentang insiden itu menekankan bahwa “aksi biadab” tersebut tidak akan terulang lagi.

“Ini adalah hal yang sangat memalukan dan menyedihkan, bagi siapapun yang memiliki kepedulian!”

Calcutta Telegraph melaporkan, sebelum terjadinya serangan terhadap sekolah biara itu, pemimpin biara tersebut telah mendapatkan ancaman akibat pengusiran seorang murid dari sekolah itu.

Uskup Agung D’Souza mengatakan, para pelaku telah mengambil sejumlah uang mengambil dan merusak sejumlah benda-benda ‘suci’ di biara itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*