anti cina 2Hanoi, LiputanIslam.com — Ratusan warga Cina dikabarkan telah meninggalkan Vietnam menuju Kamboja untuk menghindari kerusuhan anti-Cina yang samakin meluas. Demikian keterangan kepolisian Kamboja, Kamis (15/5).

“Kemarin lebih dari 600 warga Cina dari Vietnam telah menyeberangi perbatasan di pos penjagaan Bavet, menuju Kamboja,” kata jubir kepolisian Kamboja Kirt Chantharith kepada kantor berita Reuters.

“Mereka kini tinggal di guest house-guest house dan hotel-hotel di Phnom Penh, dan 100 orang menginap di Bavet,” tambahnya.

“Setelah situasinya tenang, mereka mungkin akan kembali ke Vietnam atau ke tempat lain,” katanya lagi.

Bavet berada di jalur bebas hambatan yang menghubungkan ibukota Vietnam Ho Chi Minh City, ke Phnom Penh.

Menelan Korban Jiwa

Setidaknya seorang warga Cina dikabarkan tewas dalam aksi kerusuhan anti-Cina yang melanda Vietnam yang dipicu oleh pembangunan fasilitas pengeboran minyak oleh Cina di kawasan yang diklaim Vietnam sebagai wilayahnya. Sumber-sumber lain sebagaimana dikutip Strait Times hari ini (15/5) menyebutkan angka yang tewas mencapai 20 orang.

Insiden yang menewaskan warga Cina tersebut terjadi di sebuah pabrik baja yang dimiliki warga Thaiwan, di Provinsi Ha Tinh, ketika warga Vietnam yang marah menyerang tempat itu. Sebanyak 90 orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Insiden berdarah ini terjadi sehari setelah para demonstran membakar beberapa pabrik di kawasan industri .

Demonstrasi anti Cina merebak di Vietnam setelah Cina menempatkan fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (oil rig) di perairan kepulauan Paracel yang oleh Vietnam perairan itu diklaim sebagai wilayahnya, beberapa hari lalu. Dalam peristiwa ini sempat terjadi insiden “perang air” ketika kapal-kapal Cina dan Vietnam terlibat saling menembakkan meriam air. Insiden ini sontak memicu aksi-aksi demonstrasi anti Cina di berbagai tempat di Vietanam.

Pada hari Selasa (13/5) beberapa pabrik milik warga asing di satu kawasan industri di Provinsi Binh Duong, dibakar massa. Ratusan insiden lainnya juga terjadi di segala penjuru Vietnam. Para saksi mata menyebutkan para demonstran menyasar perusahaan-perusahaan yang dicurigai dimiliki oleh warga Cina, meski dalam kenyataannya yang menjadi korban justru bukan perusahaan milik warga Cina.

Dalam insiden di pabrik baja tersebut di atas, seorang pejabat perusahaan dari Thaiwan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa para demonstran menyisir pekarja asal Cina, namun membiarkan pekerja dari Thaiwan dan negara lain. Selanjutnya mereka mengumpulkan para pekerja asal Cina di satu sudut pabrik.

“Para perusuh itu telah pergi, namun kami khawatir mereka akan kembali,” katanya.

Para dokter di RSU Ha Tinh mengatakan beberapa warga Cina menjadi pasien mereka dan kini menjalani perawatan.

Pada hari Rabu (14/5) mengumumkan telah menangkap 200 orang yang terlibat dalam kerusuhan di Binh Duong.

Menanggapi situasi yang memburuk, Badan Paririwisata Cina telah mengeluarkan peringatan kepada warga Cina agar berhati-hati untuk pergi ke Vietnam.(ca/bbc/strait times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL