San Fransisco, LiputanIslam.com—Ribuan aktivis AS menggelar unjuk rasa di San Francisco, California, untuk memprotes penangkapan imigran tak terdokumentasi oleh badan imigrasi AS, Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Dalam aksi pada Rabu (28/2/18) itu, sekitar 200 orang demonstran meneriakkan kalimat “Tutup ICE!” dan membawa plakat bertuliskan “Hentikan razia ICE”.

Demo ini dilakukan tak lama setelah ICE mengumumkan penangkapan lebih dari 150 imigran tak terdokumentasi di California. Menurut pejabat California, diperkirakan akan ada 800 orang lagi yang ditangkap.

Para peserta aksi ini memprotes bagaimana komunitas imigran di Amerika kini hidup dalam ketakutan akibat razia yang dilakukan ICE itu.

Mereka mengatakan, kebijakan anti-imigrasi Presiden AS Donald Trump bertujuan merusak keluarga imigran di seluruh negara bagian.

“Kami berkumpul untuk menunjukkan bahwa warga kawasan California utara berdiri bersama melawan penangkapan massal yang terjadi selama tiga hari terakhir,” kata Blanca Vazquez, juru bicara aksi tersebut kepada HuffPost.

Di bawah kebijakan pemerintah Trump, semua orang yang tak terdokumentasi sebagai warga Amerika―dan bukan hanya mereka yang punya catatan kriminal―telah menjadi target deportasi. Delapan bulan pertama sejak dirinya menjabat sebagai presiden, penangkapan oleh ICE meningkat hingga 40 percent.

Sejak pelantikannya, Trump telah menghadapi banyak protes dan unjuk rasa yang mencela retorika divisif dan kebijakan imigrasi kontroversialnya, seperti larangan perjalanan bagi sejumlah negara bermayoritas Muslim. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL