demo anti israel di argentinaBuenos Aires, LiputanIslam.com — Ratusan warga Argentina menggelar demonstrasi menentang aksi kekejaman Israel terhadap warga Palestina.

Seperti dilaporkan Press TV, Sabtu (31/10), ratusan warga Argentina yang simpati terhadap perjuangan Palestina berkumpul di depan kantor Kedubes Israel di Buenos Aires, sembari membawa bendera Palestina, poster dan banner yang berisi kecaman atas kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan di Tepi Barat.

Dalam aksi tersebut Rafael Araya Masry, salah seorang pemimpin aktifis Latin American Integration Movement of Social Expression (MILES), mendesak pemerintah Argentina untuk mengutuk aksi Israel.

“Jika menentang apartheid di Afrika Selatan adalah benar, maka menentang Israel juga benar,” katanya.

“Kami mendesak pemerintah untuk mengutuk dengan keras aksi-aksi kekerasan Israel. Kami mendesak dilakukannya gerakan boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel di segala area kehidupan kita, mulai dari penghentian kerjasama akademik hingga tidak membeli produk-produk Israel di supermarket-supermarket,” tambahya.

Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) dilancarkan sejak bulan Juli 2005 oleh 171 organisasi pro-Palestina untuk mendesak Israel menghentikan aksi-aksi biadabnya terhadap warga Palestina.

Aksi-aksi kekerasan terus meningkat di wilayah pendudukan Israel di Palestina dalam minggu-minggu terakhir ini hingga banyak menyebutnya sebagai gerakan intifada ketiga. Otoritas Palestina menyebut setidaknya 71 warga Palestina, termasuk wanita, anak-anak hingga bayi tewas selama aksi tersebut. Selain itu ribuan warga Palestina lainnya mengalami luka-luka. Di pihak Israel sebanyak 10 orang tewas dan 130 terluka.

Aksi kekerasan ini dipicu oleh aksi provokasi Israel dengan membatasi akses ibadah ke Masjidil Aqsa sejak bulan Agustus lalu. Rakyat Palestina juga marah terhadap aksi-aksi penjarahan oleh warga Israel terhadap tempat suci ummat Islam itu.

Negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, Venezuela dan Bolivia  dikenal sebagai pendukung perjuangan Palestina. Tahun lalu Presiden Bolivia Evo Morales menetapkan Israel sebagai ‘negara teroris’ dan mencabut sejumlah hak istimewa Israel di negara itu. Terkait dengan aksi kekerasan Israel di Palestina akhir-akhir ini, sejumlah aksi demonstrasi menentang Israel juga digelar di sejumlah negara-negara Eropa dan Amerika.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL